Menghindar memang bukan cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Itu bisa membuat masalah mengambang atau bahkan menimbulkan masalah yang baru. Tetapi, terkadang kita perlu menepi sejenak ketika masalah yang dihadapi menemui kebuntuan. Penting untuk menjernihkan pikiran terlebih dahulu sembari mengatur strategi agar masalah bisa diakhiri secara damai.
Setidaknya, jarak mungkin bisa meleburkan ego di pikiran kami. Aku dan Ayah sama-sama butuh waktu untuk menginisiasi rindu.
Aku bereskan pakaian dan perlengkapan lain untuk kembali ke Bandung. Hanya itu tempat yang bisa kutuju untuk mendamaikan hati. Bukan aku tega meninggalkan Ayah dalam kebimbangan, namun kemelut masih rawan muncul kembali ke permukaan. Aku tak ingin membenturkan kisahku dulu dengan logika Ayah.
Hal yang membuatku mantap untuk mencari tempat perenungan yaitu ajakan Ayah berkonsultasi dengan pakar kesehatan mental. Itu agak berlebihan, menurutku. Tapi ya sudahlah, aku tak ingin memperkeruh keadaan. Biar saja nanti aku tunjukkan jika aku baik-baik saja.
Semua kejadian mistis yang mewarnai hidupku memang kerap menyiksa batin dan pikiran. Namun, semuanya masih dalam batas kendali. Maksudnya, sekalipun aku dibuat gundah gulana, tetapi aku masih bisa mengembalikan kondisi dan mood-ku seperti semula. Kewarasanku masih tetap terjaga, aktivitasku juga masih berjalan sebagaimana mestinya. Aku tahu kapan harus berkonsultasi dengan para ahli, baik psikiter/ psikolog dan kiai/ ustad.
Kuhampiri Ayah yang sedang duduk di depan televisi. Beliau tampak lelah sepulang mengajar.
“Yah, Arya mau pamit kembali ke Bandung sekarang,” ucapku perlahan.
“Hah!” Ayah tampak terkejut. “ Kamu mau balik ke Bandung sekarang? Bukannya masih libur, Nak?”
“Lusa Arya ada bimbingan KRS,” jelasku.
Ayah berdiri dan memegang pundakku. “Kenapa berangkatnya nggak lusa aja atau besok?”
Sorot mata Ayah begitu sendu, tapi tekadku sudah bulat. “Nggak apa-apa kan Yah kalau Arya ke Bandung sekarang?”
“Tapi habis ngisi KRS kamu pulang lagi, kan?…
Di Sekitar Kita
Bab 26: Temberang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments