Raffan yang belum juga tiba di Jakarta mengundang rasa cemas sang ibu.
Tadi pagi sang putra sudah mengabarkan kalau akan kembali hari ini tapi sekarang sudah malam namun anak serta menantunya tak juga kunjung memberitahu sudah sampai atau belum saat di hubungi pun tersambung tapi tidak ada jawaban.
"Telepon Deefa coba," saran suaminya yang sedari tadi melihat istrinya begitu gelisah.
Gelisah memikirkan anak satu-satunya mereka yang kerap kali membuat orang serangan jantung akibat ulahnya.
"Oh iya, ibu lupa," katanya yang baru ingat kalau dia bisa menghubungi sang menantu yang sudah pasti sedang bersama anaknya.
Ustad Imran menggelengkan kepala lalu kembali fokus pada kitab yang sejak tadi dia baca.
Menunggu cukup lama hingga akhirnya panggilan di jawab oleh menantunya yang dari suaranya terdengar seperti orang yang sangat kelelahan.
"Wa'alaikumsalam," jawabnya dengan kerutan di kening.
"Kalian sudah sampai mana? sudah berangkat kan? kok belum sampai sih?" tanyanya tanpa jeda meski sebenarnya ada sesuatu yang mengusik pikirannya saat mendengar nada bicara sang menantu.
"Ibu khawatir kok ya belum juga sampai, iya iya ibu ngerti, ya sudah kalau begitu assalamu'alaikum." memilih segera mengakhiri karena akhirnya dia mengerti kalau menantu dan anaknya itu tengah melakukan sesuatu.
"Bagaimana? mereka sudah dimana?" ustad Imran menutup kitabnya lalu bertanya pada istrinya yang baru selesai berbicara dengan sang menantu.
"Raffan lagi kerja keras," jawab sang istri lalu melenggang begitu saja menuju kamarnya.
Ucapan istrinya itu membuat ustad Imran memicingkan mata namun tidak lagi memperpanjang dengan mengajukan pertanyaan, yang terpenting anak dan menantunya dalam keadaan baik-baik saja itu sudah cukup.
*******
"Ngomong apa Ibu?" tanya Raffan pada sang istri yang baru saja meletakkan handphone di sisi tubuhnya.
"Tanyain kita sudah sampai mana," sahut Deefa menatap suaminya yang sejak tadi memang berada di atas tubuhnya.
Tadi pun Raffan tahu ibunya menghubungi tapi dia deng…
Si Berandal Menikah??
Raffan Lagi Kerja Keras
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 154 Episodes
Comments
mudahlia
kejar setoran bah wkwkwkwkwk
2024-02-08
0
nuri
bnr ya...naluri is the best 😁😁
2022-12-17
0
Puja Kesuma
naluri seorang pembalap deefa... raffan meghayal mengendarai kendaraannya saat sedang melakukan enak enak.sama kamu deefa makanya dia pandai bergaya apapun😃😃😃
2022-10-06
0