"Sepertinya kita harus mulai sering berduaan." Raffan membuka suara saat istrinya tengah menemani dirinya menonton televisi.
"Untuk? bukankah kita sudah sering berduaan, makan berdua tidur berdua sekarang pun juga sedang berdua, kan?" Deefa memang polos hingga dengan hal yang seharusnya sepele bagi pasangan suami istri malah terkesan tidak dia pahami.
Tidak dengan maksud suami terarah suaminya yang padahal sudah sangat jelas tujuannya.
"Terlalu naif, polos sampai persoalan mudah begini saja tetap tidak mengerti," menunjuk kening istrinya dengan telunjuk namun gerakannya begitu lembut tidak kasar sama sekali, tentu karena niatnya bukan untuk menyakiti.
"Sebenarnya aku tidak suka dengan segala sifat mu itu, tapi aku terlanjur cinta mati jadi ya sudah terima saja meski tiap hari harus makan hati," cerocos Raffan yang malah membuat wanita di sampingnya tersipu malu.
Fokus Deefa bukan pada kalimat tidak suka tapi dia terbuai dengan kalimat terlanjur cinta mati, hingga wajahnya mungkin sekarang menjadi sangat merah ditambah dengan jantungnya yang berdebar tak terkendali, dia bukan gadis remaja lagi sudah usia dewasa namun tetap saja yang namanya bunga cinta akan terus bermekaran dengan baik apabila dia bertemu dengan pasangan tercintanya, sungguh dia harus bahagia karena cintanya benar-benar bersambut dengan baik.
"Sepertinya dengan kamu itu tidak perlu berbicara panjang lebar karena hanya akan jadi percuma sebab kamu tidak mengerti atau mungkin kamu memang tidak mau belajar untuk mengerti, hm?" Raffan mengangkat dagu sang istri hingga wanita yang sedang menunduk menutupi wajah yang merah itu menghadap padanya.
Kedua netra mereka pun saling bertatapan, menyelami makna yang tersimpan dari netra mereka masing-masing, buncahan lahar panas seolah meluruh dengan sangat baik dari sorot mata keduanya, memberi makna tersendiri terlebih lagi dengan sapuan napas yang juga panas mulai saling berbalas menerpa wajah keduanya.
"Usaha kita untuk punya anak harus dimulai dari sekarang,"…
Si Berandal Menikah??
Berjalan Normal Meski Ada Prahara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 154 Episodes
Comments
Masfaah Emah
smoga Raffan ga tergoda dgn akal busuk nya Raisya, n Deefa cepat hamil
2022-12-28
0
Linda Syaripuddin
smoga rumah tangga raffan baik2 sj dan sgera dikaruniai anak
2022-12-28
0
Diana Susanti
astaghfirullah
2022-12-28
0