"Asisten?"
alis Yovie mengernyit.
"Asisten perencanaan dan persiapan? Apa ini?"
"Itu adalah bagian yang saat ini sedang kosong. Karena pergeseran beberapa karyawan. Job desk nya adalah....."
.
.
.
Pintu ruang meting yang tadi Yovie masuki terbuka dengan kasar. Yovie terlihat sangat marah dengan mimik muka yang merah padam.
"Sialan! dia pikir aku ini apa? sengaja menunggu dan memberi kabar jika aku di terima kerja. lalu membuatku menunggu seharian dan ternyata ia hanya menawarkan pekerjaan sebagai asisten persiapan? Apa maksudnya ini?"
Yovie terus bergedumel kesal keluar dari gedung Relay. Sesampai nya Yovie di losmen dia terus masih merasa kesal. Ia melihat lagi dirinya sendiri.
"Aku, merasa di permainkan." gumam nya dengan kesal. "Akan kutemui dia besok. Aku harus bertemu dengannya."
Yovie sadar, ia sangat membutuhkan pekerjaan saat ini. keuangan sudah sangat tipis. Ia bahkan kesulitan untuk makan di losmen. Masih ada sisa sedikit uang untuk dia hidup dan menyewa kos an.
.
.
.
Ke esokan paginya, Jeni memasuki gedung Ralat grup. Seperti biasa dia melewati lorong office menuju ruangan nya. Sesampainya dia di sana. Jeni terkejut. Ruangan itu sudah sedikit berubah dan ada Liana di sana.
"Apa yang kamu lakukan di sini Li? Apa kamu yang merubah semuanya?" tanya nya melihat setiap sudut ruangan.
"Yah begitulah." jawab Liana enteng."Mulai sekarang ruangan ini milikku." samabung Liana sembari meletakkan papan nama nya diatas meja.
"Apa? kamu di sini? Lalu bagaimana dengan ku?"
"Jangan tanya padaku, tanyalah pada suamimu! Dia yang mengatur semuanya." kata Liana sok tegas dan menyebalkan buat Jeni. sengaja. "Sekarang pergi dari ruangan ku. Aku nggak bisa kerja kalau ada kamu." usir Liana dengan mengibaskan tangannya. Membuat Jeni melongo dengan sikap menyebalkan yang Liana. tunjukkan.
"Ya ampun, apa dia ini benar temanku?" gumam Jeni tak percaya dengan sikap Liana yang mendorong pelan tubuhnya keluar dari ruangan bekas miliknya.
Jeni berkacak pinggang, berpikir kenapa ia bi…
Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Eneng Ersha
aduh itu s yovie ga ada malu2nya dia bener2 muka tembok ingin merebut suga dasar pelakor
2022-11-30
0
dara manisku
hahahahahaha
2022-10-09
0
dara manisku
ini juga mengada-ada
2022-10-09
0