Di kampung tempat kelahiran Lia,
Kediaman Bu Sumi dan pak Subekti mendadak ramai, barang-barang dari sana di lempar keluar dengan sangat kasar.
Suasana sangat kacau dan ramai. Warga banyak yang berdatangan namun tak satupun dari mereka yang berani, hanya menonton saja dari luar halaman. Dan berbisik membuat gosip.
"Tolong, jangan usir kami juragan!" Mohon Bu Sumi memelas memeluk kaki Bang Tantoro.
"Saya nggak akan ngusir kalau Bu Sumi bisa membayar utang kalian."
"Kami kan sudah mencicil nya Minggu lalu, juragan."
"Iya, benar. perjanjiannya adalah pembayaran setiap Minggu. Dan Minggu ini Bu Sumi belum bayar." Jawab Bang Tan enteng duduk di sofa tamu milik Bu Sumi.
"Ini baru terlambat dua hari juragan." ucap Bu Sumi masih memeluk kaki Bang Tan.
"Dua hari itu tetap terhitung terlambat."
"Makanya, kalau nggak bisa bayar itu, ya jangan ngutang !" seru anak buah Bang Tan yang mengeluarkan barang-barang Sumi secara paksa.
Pak Subekti mendekat pada pria yang membawa tivi milik keluarga nya yang dulu di beli oleh Lia.
"Tolong pak, ini jangan di bawa." pinta nya menahan.
"Minggir nggak!?" sentak pria suruhan Bang Tan dengan sangat galak dan mata mendelik. Nyali pak Subekti menciut.
"Itu adalah bunga selama dua hari. Jadi siapkan saja uang nya besok. jika besok masih tak ada uang juga, terpaksa saya harus mengusir kalian." Tukas bang Tan sambil berdiri dan mendorong tubuh Bu Sum yang memeluk kakinya.
" Karena sudah tak ada benda berharga lagi di sini!" Sambil memandang setiap sudut ruangan itu.
Lalu pria berkumis tebal itu berjalan keluar dengan angkuhnya. Di ikuti oleh dua anak buah nya yang lain. sementara satu yang membawa tivi sudah keluar duluan dan standby di belakang setir.
"Huhuhu.... kenapa nasib kita jadi begini pak?" tangis Bu Sumi yang masih tertunduk di lantai.
"Sudah buk, maafkan bapak yang sudah tua dan tak berdaya ini." ucap pak Subekti mendekat dan mengurut punggung istrinya.
"Terus gimana pak? Lia masih belum kirim uang, Lisna juga sudah ikut dengan suaminya…
Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 70
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Eneng Ersha
dasar ibu tdk tau di malu gengsi di gedein anak yg nikah munta dirayain gede2an g mau nolongin orang tua mlh di usir pdhl hutang bekas dia ujung2nya lia lg yg repot hadeh kasihan apalg nanti klo lia jd sm vi pasti di jadikn mesin ATM tuh lia
2022-12-01
1
Oma Gavin
kok ada ibu modelan kayak bu sumi jd ortu malah ngeretin anak ngga malu apa, ngga mampu sok. kaya
2022-10-20
0
Itin
nih ya...
kalo kehidupan ga menyesuaikan pendapatan...
susah sendiri.
juga nyusahin orang lain
2022-10-20
0