Vi membawa Lia di sebuah bukit yang menjorok ke arah laut, hanya suara ombak yang sangat keras yang terdengar, hingga untuk bicara saja harus berteriak.
"Nah, keluarkan semua yang mengganjal di hatimu. Teriakan di laut lepas." V menunjuk lautan lepas di depannya."Setelah itu, jadilah, Lia yang ceria seperti sebelumnya. Aku akan menunggu di sini. Agar kamu merasa nyaman, aku akan menggunakan headset dan mendengar musik."
Rasa haru muncul di wajah Lia, hal termanis yang dia dapat dari seorang pria untuk pertama kali nya. Hingga kini V bahkan tidak menanyakan sepatah katapun kenapa dirinya merasa begitu buruk.
Lia berjalan menuju ujung bukit, di depannya lautan lepas terlihat, di bawah kakinya suara ombak dan buih yang bertubrukan dengan tebing bukit cukup menjadi nyanyian alam.
Di kejauhan diatas air asin itu, tampak kapal nelayan yang sangat kecil sedang melaut mencari ikan. Bukit dengan View laut ini terlihat sangat indah.
Lia mencorongkan tangan di depan mulutnya. Menarik udara dalam-dalam dan berteriak sekencang-kencangnya.
"APA SALAH KU? KENAPA AKU HARUS LAHIR DI KELUARGA INI? APAKAH TIDAK CUKUP YANG SELAMA INI AKU BERIKAN? KENAPA TERUS MENUNTUT KU? HARUSKAN AKU MINGGAT DAN MENGHILANG? ATAUKAH AKU HARUS MENJADI GILA? BARU SEMUA INI BERHENTI? HARUSKAH AKU MATI?"
Lia menarik nafasnya lagi... mengganti sesak di di dadanya. Ia tak menangis, air matanya sudah kering dan ia tak memiliki lagi stok air mata untuk ibu dan keluarganya. Lia merasa lelah, hidupnya seperti tak berarti apapun.
"TAPI mereka keluargaku, satu-satunya tempatku kembali, rumah milikku. Aku ingin abaikan, tapi tak bisa." Lirih Lia bersimpuh, tanpa lelehan air mata. Akan lebih bbaik jika dia menangis, tapi, air mata itu sudah tak bisa keluar lagi.
"Bapak, ibuk... apa yang harus Lia lakukan? haruskah Lia menjual diri? hingga tak ada yang tersisa di diri ini?"
Lia tersenyum getir, lalu berubah jadi tawa. Mungkin orang akan berfikir dia gila jika mendengar tawa nya yang keras namun syarat akan kesedihan…
Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Eneng Ersha
hati2 ibu jngn macem2 sm calon mantu belum tau dia vi anak orang kaya awas saja klo lia mau di jodohkn sm juragan tanah
2022-12-01
0
A_wulandary⚞ል☈⚟
salut sama Lia, bener² gk rugi penantian mu V kamu merelakan jeni yg baik tapi kamu bisa dapat yg lebih baik lagi..
2022-10-20
0
Itin
jangan bilang Lia mau dijemput mo dinikahkan sama juragan buat nutup hutang...
2022-10-20
0