Jeni terbangun tengah malam. Ia mendengar anak lelakinya menangis, dengan gerakan cepat, Jeni menimang Gani menenangkannya dalam pelukan, lalu mulai menyusuinya.
Jeni menatap ranjang tempatnya terbaring. kosong hanya ada dirinya dan Gani, Jeni menatap jam duduk di atas nakas. Pukul 11.30 malam.
Kenapa Suga belum kembali. Itulah yang terlintas di kepala Jeni. Rasa gelisah dan Khawatir menelusup ke dalam hatinya.
"Suamiku, kamu di mana? kenapa belum kembali?" gumam Jeni menimang-nimang Gani.
Bocah yang belum genap satu tahun itu menangis dan gelisah. Jeni makin merasa tak karuan. Di dalam rumah sendiri tanpa sang suami. Ia bingung bagaimana hendak menenangkan anaknya.
"Suga ke mana sih?" gumam Jeni dengan jengkel. "Sudah malam masih saja belum kembali."
Jeni yang sudah panik melihat Gani tak kunjung berhenti menangis. Terpaksa keluar dari kamarnya, mencari kepala pelayan atau siapa pun yang mungkin bisa membantunya menenangkan Gani.
Namun, rumah itu kosong tak ada seorang orang pun. Jeni makin panik, dia bahkan tanpa pikir panjang menyusui anaknya di lorong, hanya agar anak lelakinya itu berhenti menangis. Jeni sangat bingung, karena Gani masih saja menangis.
Merasa seorang diri, Jeni malah ikutan menangis karena Gani tak kunjung tenang.
Waktu menunjukkan pukul 11.50 malam. Pengasuh Gani yang beberapa hari lalu meminta ijin pulang kampung, tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Melihat Jeni yang tersedu dengan Gani dalam gendongannya menangis gelisah itu, bergegas mengambil Gani.
"Nyonya maaf..."
Melihat ada pengasuh Gani datang, Jeni menangis bahagia. Penyelamatnya datang,
"Gani nangis terus dari tadi nggak mau tenang. Aku bingung, nggak ada siapapun di rumah." Tutur Jeni mengusap air matanya.
"Iya nyah. maaf tadi macet di jalan." ucap Pengasuh Gani.
Setalah Jeni lebih tenang dan pengasuh Gani membawa anak semata wayang Jeni ke kamarnya.
"Kenapa, Gani nggak mau tenang? Udah aku susui, sudah aku lihat popok nya bersih dan tidak berak, juga tidak penuh." tanya Jeni pada penga…
Gadis Beracun(Dikira Giggolo, Ternyata CEO)
Bab 89
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Rose Winn
hadeeh keluarga toxic..dpt menanru sultan lg nich..alamat tambah ijo tuh mataa....
2022-12-08
0
Eneng Ersha
wah wah wah farah bertemu adrian jngn2 othor akan menjodohkn nya tp kasihan adrian masa punya mertua dr keluarga toxis dn mata duitan 🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-01
0
Anisul Mukaromah
kasihan dong adiknya jeni kalo sama adiknya lia terjebak sama ortunya lia yang matre
2022-10-29
1