Hukuman

“Apa maksudmu?!" Raja Niscala sontak berdiri. Wajah tenang yang sedari tadi ia tunjukkan, tiba-tiba berubah garang.

“Sungguh, Yang Mulia! Hamba mencintai garam!” Adara merunduk dalam simpuhnya. Tubuh yang tak teralu berisi itu nampak gemetaran.

"Kurang ajar, kau!" bentak keras Niscala. "Jadi kau pikir apa yang aku dan istriku limpahkan untukmu selama ini hanya senilai garam menurutmu?!"

Suasana di Aula Perak berubah gaduh, sesaat setelah Adara membuka tutup wadah bundar di tangannya yang ternyata berisi garam.

Salahnya, Adara tak begitu pandai merangkai kata dengan cepat, seperti kedua kakaknya. Deretan kalimat yang dikeluarkannya justru berbalik mengacaukan.

Ratu Odessa menahan tangan suaminya yang hendak memukul Adara. "Jangan, Suamiku! Kumohon jangan pukul dia!"

“Jangan halangi aku!” Niscala menghardik. Namun lagi-lagi Odessa menahannya sekuat diri.

Freya turun merengkuh Adara. "Kau tidak apa-apa?" tanyanya seraya merangkum kedua pipi adiknya penuh belas kasih.

Sedangkan Kinneta nampak terpaku di tempatnya, tak mampu bersuara. Entah apa yang mengisi benaknya saat ini.

"Yang Mulia, aku yakin, Adara tak bermaksud menghinakan apa pun dengan garam itu atas Anda." Atalla yang sedari tadi diam, maju mendekat memberi pembelaan. "Dia hanya suka memasak. Seandainya pun Yang Mulia memberitahu dia terlebih dahulu tentang acara malam ini, dia pasti mempersiapkan masakan terbaiknya untuk Anda dan Yang Mulia Ratu!"

"Diam kau, Pangeran!" hardik keras Niscala.

"Di depan kalian semua, akan kujatuhkan hukuman untuk anak tak tahu di untung itu!" Raja itu mengarahkan telunjuknya pada Adara yang kini semakin gemetar di pelukan Freya.

Suasana semakin menegang. Namun tak ada yang berani bersuara, termasuk Atalla, Ratu Odessa dan kedua putri lainnya. Semua tahu, apa pun yang diputuskan Niscala adalah harga mati. Tak siapa pun dapat membantah apalagi mengacaukan.

"Adara, kau akan kukeluarkan dari istana. Hukumanmu adalah hidup sebagai rakyat biasa, tanpa dampingan dayang atau pun prajuri…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2022-10-17

0

Machan

Machan

tiba waktunya putri tersingkir dari istana karena perkara garem😏

2022-10-16

1

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

Tibang masalah garam aja di istana mah ampe badai tsunami ya 🙄
kaga nyadar apa dia kaga ada garem istananya hambar

2022-10-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!