Filosofi Garam

“Maaf, sepertinya kau lupa memasukkan garam pada makanannya, Nona.”

Dalam beberapa saat tak ada apa pun yang keluar dari mulut Adara. Ia tercenung menatap Niscala dengan ekspresi sulit. Sesuatu tiba-tiba terasa mencekik kerongkongannya untuk bersuara. Dipejamkannya mata seraya menarik napas. Bulir bening tergantung di sudut mata, diusapnya agar tak jatuh.

“Adara?” Suara pelan Reiga menarik gadis itu menolehnya dengan tatapan bingung.

“Nona, maaf, jika perkataanku menyinggungmu.” Disusul ucapan sesal Niscala. Jelas ditangkap Niscala, naik turun tenggorokan Adara karena menelan ludah susah payah, dinilainya sebagai perasaan tak nyaman gadis itu atas perkataannya. Meskipun sebelumnya gadis itu menyuarakan tentang ‘aku suka kejujuran’, tapi hasil yang dirasanya mungkin terlalu menohok.

Kalimat sesal itu justru terasa menyetrum seisi jiwa Adara. Sepersekian detik kemudian, ia menyiapkan hati. Diangkatnya kepala lebih menegak.

“Maaf, Tuan. Soal garam ... bukankah Anda tidak menyukainya?”

Terjangan keras tak kasat mata menyerang hati Niscala detik itu juga. Seiring suara petir mencabar langit disusul suara hujan yang menderu di luar sana. Sepasang matanya melebar menatap gadis di depannya, diikuti mulut yang menganga. Bayangan Adara yang membawa secepuk garam di acara malam itu, seketika memenuhi kepalanya. “Gadis ini ... apakah dia ...?”

Adara membuang wajah menghindari tatapan itu. Sebulir air mata telah jatuh menggelinding lalu tercampak menembus balutan kain di kiri dadanya.

“Tahukah Anda, Yang Mulia?” Reiga mulai bersuara seraya bangkit dari tempatnya. Berjalan memutari meja, lalu berakhir di samping Adara. “Bahwa begitu banyak hal luar biasa yang terkandung di dalam garam.”

Belalak mata Niscala kini beralih pada Reiga. Ia terkunci tanpa bisa mengeluarkan kata walau setitik.

“Meskipun Anda mungkin tidak akan paham dengan istilah yang akan kuucapkan nanti, aku tetap akan menjabarkannya.” Reiga menyambung. Pundak Adara diraihnya untuk ia rangkul kemudian. Seulas senyuma…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Machan

Machan

pedang shamoza, pen gua makan itu

2022-10-22

0

NA_SaRi

NA_SaRi

Kapan eke bs komentar sesuai isi cerita?

2022-10-19

0

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

Bab ini mengandung bawang merah....
Selain kandungan garam tadi tentunya....

2022-10-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!