Zirah Perang

Informasi yang didengar Atalla dari Niscala cukup membuat jantung pemuda itu terasa direnggut dari tempatnya. Ia sempat bersikeras memaksa Niscala untuk menjemput Adara malam ini juga. Namun penjelasan Niscala terkait gadis itu yang menolak untuk pulang, terutama kondisi wajah yang buruk rupa, membuat Atalla cukup lama termenung dalam cengangnya. “Ke-kenapa dia ... bisa seperti itu?” Terbata dia bertanya--lebih kepada rasa sesal dan tak menerima.

“Aku juga tidak tahu.” Niscala menjawab datar.

Tatapan bening Atalla dari hamparan bunga di bawah sana, beralih pada Niscala. Ia dan pamannya itu kini berada di serambi lantai tiga istana utama, setelah Niscala memintanya untuk berbicara empat mata saja.

Selain ragam pertanyaan dan obrolan seputar detail pemberontakan, Niscala menyambung pembicaraan tentang pertemuannya dengan Adara, juga seorang pemuda yang menjaga gadis itu di sudut hutan sana.

“Aku akan menjemput Adara, Paman! Aku tidak peduli seburuk apa pun wajahnya. Aku akan tetap men--” Kalimat itu terhenti sontak, saat Atalla menyadari, dengan siapa dia berbicara sekarang. Cukup terkejut dirinya menanggapi bibirnya yang serampangan, hampir mengakui betapa dia mencintai Adara di depan pamannya. Kabar tentang adanya Reiga membuatnya cukup tersentil, cemas jika gadis itu semakin jauh meninggalkannya. “Bodoh!” umpatnya dalam hati.

“Kau tidak perlu menutupi apa pun lagi, Atalla. Paman sudah mengetahui semua tentang perasaan juga keinginanmu terhadap Adara. Dan karena alasan itulah, Paman membuat Adara keluar dari istana.”

‼️

Deru jantung Atalla berhambur saling bertabuh satu detik setelah ia berhasil mencerna bait-bait kalimat Niscala. Ungkapan itu seperti petir menyambar dengan kilatan terdahsyat. Bola matanya terbelalak menatap pria tua itu. “Apa maksudmu, Paman?”

Kesiur napas terdengar berat diembuskan Niscala. Ia berjalan mendekati pembatas loteng berukir aneh di depannya. Tatapannya naik mendongak pada mendung di atas sana. “Aku tak ingin perasaanmu padanya semakin…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Machan

Machan

mulai dengan teka teki atlas.

cus, kita peraaaaaaaaaang

2022-10-22

1

Machan

Machan

anjay, meni di burikkeun teuing atuh🤣🤣

2022-10-22

0

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

Perang!
Perang!
Perang!
Gua suka drama kolosal 😝

2022-10-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!