Setelah selesai makan, mereka segera pulang menggunakan mobil masing-masing. Arsen terlebih dahulu pulang karena Haikal sedang bertelponan dengan seseorang.
Setelah bertelponan, Haikal segera menuju parkiran mobil dan menggerakkan mobilnya keluar dari perkarangan Cafe. Namun, netranya tak sengaja menatap seorang wanita yang tadi sebagai pelayan Cafe.
Dewi masih berdiri dipinggir jalan sembari melihat jam tangannya, sepertinya gadis itu sedang menunggu seseorang, raut wajah gelisah terlihat jelas.
Tin! Tin!
Haikal menurunkan kaca mobil sontak membuat Dewi terkesiap, kembali rasa malu tak terkira. Dewi menatap Haikal hanya sesaat den segera mengalihkan pandangannya.
"Mau kemana Wi?" Tanya Haikal di iringi senyum menawannya sehingga membuat hati gadis itu jedag jedug.
"Eh, Pak. Mau pulang,lagi nunggu jemputan," jawab Dewi jujur
"Udah dijalan yang jemput?"
"Be-belum Pak, dari tadi ponselnya tidak bisa dihubungi, mungkin sebentar lagi," balas Dewi yang tak berani menatap wajah dosennya itu.
"Naiklah! Saya akan mengantarkan kamu pulang."
"Eh, ti-tidak usah Pak, mungkin sebentar lagi datang jemputan saya." Tolak Dewi.
"Ayo masuklah! Saya tidak akan mungkin tega meninggalkan kamu sendirian di pinggir jalan begini. Apalagi di daerah ini sangat rawan tindak kejahatan," ujar Pria itu yang menurut Dewi penuh perhatian.
Wanita itu hampir tidak percaya dengan apa yang di dengar. Sungguh hal yang sangat membahagiakan. Selama ini ia tak pernah mendapatkan sedikit saja perhatian dari sang Dosen yang begitu di kaguminya dan dosen itu pula yang memenuhi hatinya.
Dewi tak ingin membuang kesempatan yang ada, wanita itu segera masuk kedalam mobil Haikal dengan hati yang bahagia.
"Kamu tinggal dimana?" Tanya Haikal masih fokus mengemudi.
"Di jalan harapan raya, Pak," jawab Dewi tersenyum simpul.
"Baiklah, saya antar kamu pulang dulu."
"Maaf sudah merepotkan Bapak," ucap Dewi tak enak.
"Tidak apa-apa. Oya, kamu sejak kapan bekerja di Cafe itu?" Tanya Haikal sedikit penasaran
"Sejak saya m…
Balas Dendam Istri Kontrak
Membawa Alif ke kantor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Zahra Putri
sabar don yg penting duit mengalir terus
2025-06-10
0
Riezka
Sabar Don 😅😅 manut saja perintah bosmu
2022-11-25
0
Umi Sukriasih
🤣🤣🤣 dasar arsen
2022-11-25
0