Sementara itu, sepulang dari kantor, Doni kembali datang ke kontrakan Lina. Pria itu belum mau menyerah untuk meluluhkan hati sang pujaannya.
"Mau apa lagi kamu datang kesini, Mas? tolong jangan ganggu lagi kehidupanku." Tekan wanita itu.
"Lina, aku ingin meluruskan kesalahpahaman ini, tolong beri aku waktu." Ujar Doni memohon pada wanita itu.
"Oom..." Panggil Doni kecil yang segera menyongsong masuk kedalam dekapan Pria dewasa itu.
"Hai, udah wangi banget. Kamu sudah mandi ya." Doni mengecup wajah bocah kecil itu. Entah mengapa rasa sayangnya begitu besar padanya. Doni merasa ada ikatan batin diantara mereka.
Lina yang melihat kedekatan ayah dan anak itu, hatinya begitu sedih. Namu, wanita itu masih bimbang, dia takut akan menggangu rumah tangga Doni, karena ia berpikir bahwa Doni sudah menikah dengan wanita lain.
Mustahil rasanya seorang Pria yang sudah mapan dan tampan, belum menikah. Walaupun Pria itu sudah pernah bersumpah untuk tidak menikah dengan wanita manapun selain dirinya.
Tapi Lina tak percaya itu. Sumpah jaman sekarang sudah tak berarti lagi. Lina hanya diam mengamati dua Pria beda generasi itu berbincang-bincang.
"Om, malam ini aku ikut Om saja ya, aku bosan di RS terus, Ibu pulangnya lama." Adu bocah itu
"Benarkah? Tanya ibu dulu, Om sangat senang jika di izinkan."
"Nggak, nggak boleh!" ujar Lina ketus.
"Kenapa, nggak boleh? Aku akan menjaganya dengan baik, tenanglah aku tidak akan macam-macam padanya."
Tentu saja kamu tidak akan menyakitinya, Mas. Karena dia adalah darah dagingmu.
"Ya, Bu, boleh ya. Aku bosan ikut ibu ke RS, aku tidak ada teman disana." Bocah kecil itu merengek pada ibunya.
"Ibu bilang tidak boleh!" Lina masih Keukeh dengan pendiriannya.
"Kenapa tidak boleh, Lin?" tanya Doni, ia menatap wajah cantik itu dengan dalam.
"Aku tidak mau dia merepotkan istri kamu, Mas." Lina mengutarakan apa yang tadi dia pikirkan.
"Pppfft Hahaha.... Istri?" ujar Doni menanggapi dengan tawa.
"Iya, kenapa kamu tertawa?" tanya Lina penasaran.
"Aku sudah per…
Balas Dendam Istri Kontrak
Mengetahui yang sebenarnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments
Defi
Doni saatnya kamu buktikan ucapanmu, jangan menabur janji-janji lagi..
2022-12-28
1