Walau keadaan Nia sangat lemah Nia tetap memaksa untuk mengantar ibunya pergi ketempat peristirahatan terakhirnya, Nia sudah tidak lagi meneteskan air matanya karena dari tadi banyak orang yang membuatnya bisa merasa ikhlas membiarkan ibunya pergi.
"Kamu harus kuat Nia, jangan rapuh ingat jika kita terus menangisi orang yang sudah meninggal terlalu berlebihan itu tidak baik, bisa memberatkan mereka di alam kubur".
"kamu harus senang Nia ibu mu meninggal dalam keadaan bersujud dalam keadaan yang banyak di inginkan orang lain, dan satu lagi sekarang ibu mu sudah tidak akan merasakan lagi sakit yang sering dia rasakan selama ini".
Itu dua contoh ucapan yang membuat Nia kuat
Nia menatap sang ibu yang akan di masukan kedalam tempat peristirahatannya, ingin rasanya Nia ikut kedalam sana bersama ibunya tapi tangan yang terus menggenggamnya menyadarkan keinginannya, dan membuatnya berulangkali beristigfar.
"Sayang ada apa?" ucap Andra yang Khawatir jika Nia pingsan lagi namun Nia menggelengkan kepalanya lalu berkata dalam hati "Nia kamu harus bisa ikhlas ingat akan ada nyawa yang harus kamu jaga di dalam rahim mu jika kamu terlalu stres itu akan membuat perkembangan janin mu tidak baik".
Pemakaman telah selesai dan mereka telah kembali ke rumah Bu Siti dan baru saja Andra dan Nia sampai sebuah panggilan telepon masuk kedalam ponsel Andra, Andra yang harus mengangkat telpon tersebut memilih keluar dari rumah Nia untuk mengangkat telpon di sana.
"sayang mas angkat telpon dulu di luar" Nia mengangguk dan Andra keluar untuk mengangkat telpon dari Wildan "Halo Wil ada apa?".
"Maaf tuan saya ingin memberikan kabar duka pada tuan".
"Maksud mu kabar duka apa Wil, jangan membuatku berpikir yang macam-macam ".
"Tuan besar di larikan ke rumah sakit karena serangan jantung tuan"
"Apa?? kamu jangan bohong wil kamu tau bukan jika aku baru saja kehilangan mertua ku dan sekarang kau memberi tahu ku jika kakek ku masuk rumah sakit".
"Maaf tuan tapi itu kenyataan yang harus saya sampaikan".
…
Terpaksa Menolong Ibu
Pergilah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments