"Aku heran kenapa saat mendengar tangisan boy dia langsung bangun, atau semua ibu seperti itu, langsung bangun saat mendengar tangisan anaknya walau dia dalam keadaan sangat ngantuk dan lelah".
Andra memperhatikan Nia yang menyusui anaknya dan sambil menahan kantuknya Nia menyusui sampai saat Nia tidak bisa mengendalikan kantuknya tangan yang menopang tubuh boy tiba-tiba mengendor dan seketika itu Nia langsung menguatkannya lagi dan dia terjaga sampai boy tertidur lagi dan Nia yang masih sangat mengantuk langsung membaringkan tubuhnya dengan posisi tengkurap tanpa peduli dengan tatapan Andra.
"Mas duluan saja mandinya aku setelah mas karena sekarang aku ingin tidur lagi", dan Nia pun tertidur
Andra yang merasa kasihan terpaksa membiarkan Nia tertidur toh masih ada nanti malam jika dia ingin mengulangnya lagi.
Andra sudah selesai dan sekarang waktunya Nia membersihkan diri, namun Nia yang teramat lelah belum bisa membuka matanya dan hasilnya Nia enggan bangun tapi saat Nia mendengar suara tangisan boy dari hp Andra Nia langsung bangun, bangun berdiri sambil mengucek matanya.
"Sayang kamu itu mengagumkan saat aku membangunkan mu dengan segala sentuhan ku kamu tetep tidur tapi saat mendengar suara tangisan Boy kamu langsung berdiri seperti ini dalam keadaan belum sadarkan diri".
"apa seperti itu mas".
"Iya , sekarang cepat mandi dan sarapan baru tidur lagi dan untuk boy kamu tenang saja dia masih tidur".
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan taun berganti taun, dan tidak terasa kini usia Boy sudah berumur 6 tahun dan boy sudah bersekolah di Tk, setiap pulang sekolah Boy sering merengek meminta agar Nia dan Andra memberinya seorang adik.
"Umi kapan adik boy ada di sini" ucap Boy sambil mengelus perut Uminya
"sebentar lagi sayang, mungkin besok atau lusa dia akan hadir di perut umi".
"bohong" ucap Boy merajuk
"Umi tidak bohong sayang umi dan ayah sudah berusaha agar kamu bisa mendapatkan adik, tapi Allah belum mengabulkan do'a kita".
"Oh iya kalau nanti adik kamu…
Terpaksa Menolong Ibu
siap Ayah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments