Menjadi Teman

Dinda tiba di rumah dengan perasaan gamang. Perkataan William masih terngiang di telinganya.

"Aku terlahir dengan Indra keenam. Aku bisa melihat jiwa yang ada di dalam tubuh ini," pria itu mulai menjelaskan poin dari pembicaraannya.

Dinda yang masih tidak percaya tentu saja hanya diam, menerka dalam hati apakah yang disampaikan pria itu benar adanya. Pasalnya dia tidak pernah berurusan dengan hal aneh seperti diluar nalar. Namun, dibilang tidak mungkin, kenyataannya, dia memang mengalami hal di luar nalar.

"Sejak kapan kamu tahu kalau aku bukan Dewa?" tanya Dinda menyerah dan memilih percaya. Lagi pula kalau benar pria itu bisa membantu, bukankah itu lebih baik?

Perceraiannya dengan Dewa sudah di depan mata, jadi lebih baik kalau mereka kembali ke tubuh masing-masing sebelum benar-benar berpisah.

"Dari pertama kali kita bertemu."

Dinda ingat hari itu, dia bahkan hampir menampar William karena begitu intens menatapnya selama meeting itu. Jadi, mungkin ini alasannya.

"Bagaimana caramu membantuku?" tanya Dinda antusias.

"Aku punya kenalan, termasuk anggota keluarga leluhur ku. Kalau kamu mau, aku bisa membawamu ke sana," ucap William.

"Aku akan memikirkannya."

Dan kini dia bingung harus menyampaikan atau tidak pada Dewa. Pasalnya sampai sekarang mereka masih diam-diaman. Dinda ogah kalau harus lebih dulu menegur, tapi seperti kata William, jika ingin dikembalikan, maka mereka harus datang berdua.

Dinda pulang dengan disambut anak-anaknya. Mengajaknya duduk di sofa dengan menarik tangannya.

"Papa, kita ngobrol dulu, ya," ucap Leon dengan nada menggemaskan khas bocah cilik.

"Ada apa? Kok serius banget?" tanya Dinda penasaran.

"Ada yang aneh sama mama. Setiap hari diam jarang banget ngajak kita ngobrol," lanjutnya.

"Iya, Pa. Mana nyiapin keperluan kita suka lupa letaknya dimana. Padahal Mama yang dulu selalu ingat. Malah kalau kita lupa, justru Mama yang ingatin," sambung Lion menimpali.

"Mungkin, mama saat ini banyak pikiran. Banyak kerjaan, kan pr mama banyak dari seko…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!