Kami berempat berjalan sebagai tim untuk menyelesaikan misi.
Kami mengambil formasi dengan Kak Vivian dan Sarpian Mucahantas berdiri di depan sebagai damage dealer, sementara aku berperan melindungi healer kami.
Formasi itu sengaja diterapkan mengingat aku masih kelas satu, jadi tidak perlu untuk mengambil poin lebih pada tahap kedua ujian ini.
Aku cukup mendukung tim demi memenangkan pertandingan tim lantas mundur dari arena dan menyerahkan peluang sisanya kepada Kak Vivian dan Sarpian Mucahantas sebagai senior yang membutuhkan poin lebih banyak untuk naik ke tingkat selanjutnya.
Namun entah mengapa, healer kami ini melihati aku terus-terusan.
“Ada apa, Ruti? Jika ada yang ingin disampaikan, katakan saja.”
Anggota keempat di tim kami adalah tidak lain pemilik nomor urut 1S7, Rutiliana, teman sekelasku.
Rutiliana tampak menundukkan kepalanya dengan takut di hadapanku.
Aku pun berusaha menenangkannya dengan mengandalkan charm Arno yang sangat mudah membuat orang lain merasa rileks jika berada di dekatnya itu.
“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, Arno.”
“Hmm?”
Tanda tanya besar seketika terbentuk di kepalaku.
Selama ini aku merasa jarang bergaul dengan Rutiliana kecuali di kelas umum perihal dirinya dan diriku pada dasarnya mengambil konsentrasi yang berbeda.
Aku seorang swordsman sementara dirinya adalah seorang support mage yang bergelut dengan peralatan-peralatan magic sehingga wajar jika kami jarang ketemu kecuali dua kali sepekan di kelas umum.
Itu jelas bahwa aku merasa sama sekali tak pernah memberikan sesuatu yang berarti kepada Rutiliana yang pantas dia ucapi terima kasih.
Seakan mengerti rasa keherananku, Rutiliana menjawab, “Berkat ucapanmu tempo hari kepada Nona Rohana kini Nona Rohana dapat bersikap lebih baik kepada kami para pengikutnya.”
“Ah.”
Aku segera mengingat kembali insiden di hari itu di sekitaran waktu-waktu aku mengurusi Abel yang masih sedang depresi karena terus-terusan dibully oleh Mulyadi Murhahan.
Aku waktu itu tak banyak berpiki…
Pangeran Vampir Terjebak Menjadi Hunter
Chapter 70 – MENEMPELIMU bag. 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 72 Episodes
Comments