Bab 14. Nasehat Mama

Kota itu masih berselimut kabut, dingin menggantung di udara hingga jarum jam menunjuk angka enam. Di balik tumpukan selimut, Wijaya menggeliat malas. Kelopak matanya berat, enggan terbuka. Tapi takdir bahwa hari sudah pagi tak memberinya pilihan.

“Jaya!” suara ibunya memanggil, tajam dan membangunkan jiwanya seketika.

Matanya langsung membelalak. Detik itu juga ia terlonjak. “Astaga, kesiangan!” serunya panik.

Ia bergegas mengambil air wudu, menyelesaikan subuh dengan tergesa. Lalu pandangannya jatuh pada halaman terakhir novel yang baru saja ia selesaikan. Kalimat itu terpampang dengan huruf miring, seakan mengejek sekaligus menguatkan prinsipnya:

“Tak ada yang namanya kebetulan. Tuhan tidak bermain dadu.”

Ia menatapnya dalam diam.

“Aku cuma ingin hidupku jadi lebih baik…” bisiknya lirih, lebih ke dirinya sendiri.

“Wijaya! Cepet bangun!” panggilan ibunya menghempaskan lamunan. Ia pun melesat keluar kamar.

Begitu pintu dibuka, aroma daging panggang menyambutnya hangat—menyelinap lewat celah-celah rumah, menabrak hidungnya, membuat perutnya berkonspirasi menggerutu.

Tanpa diminta, Wijaya menuju rak aluminium di sebelah kulkas, mengambil dua piring dan dua sendok.

“Ma, kalau udah gantian ya. Aku mau bikin pancake pisang,” serunya sambil lalu.

Ia berjalan ke belakang rumah, meraih parang yang bersandar di dinding, lalu melangkah menuju pohon pisang di pojok halaman, tepat di samping pagar kayu yang mulai lapuk.

“Pas mama dateng aja jadi kepikiran bikin pancake,” ibunya berseloroh dari dapur.

“Nggak enak makan sendirian,” sambungnya, lalu dengan sekali ayun, tandan pisang itu jatuh sempurna ke pelukannya.

“Matang nggak tuh?!” Ibunya berteriak dari dapur, suaranya nyaring menembus dinding.

“Matang! Pas banget buat pancake!” Wijaya membalas, yakin.

Dari balik kaca dapur, sang Ibu mengintip diam-diam. Matanya membentuk lengkungan lembut, tersenyum kecil melihat anak lelakinya itu—yang sok mandiri, tapi senyumnya tidak bisa disembunyikan. Kemudian, beliau pergi mencari baw…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!