Bab 17. Bersama Dzulfikar

Satu per satu anggota desain grafis langsung pulang setelah mendapatkan seragam, tak terkecuali Niki yang dengan tidak ikhlas mendapatkan seragam salah ukuran.

“Besok seragam hitam kan?” tanya Safira di parkiran.

“He-em.” Jawab Fani seadanya langsung tancap gas.

Begitu Safira menyalakan motornya, Niki melirik sekilas ke arah Wijaya yang berjalan santai menuju Ducati merahnya. Lagi-lagi, parkirnya persis di sebelah Beat merah miliknya.

“Aku balik duluan ya.” Ujar Safira, lalu pergi.

“Hati-hati!”

Begitu Safira pergi, barulah Niki sadar—tersisa dia dan Wijaya. Udara mendadak terasa aneh. Ia masih kesal ulah Wijaya yang seenaknya tadi.

Anehnya, lelaki ini belum juga bergegas pulang.

“Kenapa belum pulang?”

“Gimana mau pulang,” gumam Wijaya, “Kamu nggak minggir-minggir dari tadi.”

Niki mendelik, “Lah, jalan di kananmu kan lebar. Nggak sempit kayak matamu.”

“Dzulfikar lagi encok.”

Alis Niki langsung naik. Siapa lagi itu?

Melihat raut bingung di wajah Niki, Wijaya hanya menunjuk motornya dengan dagu. Ah, rupanya Dzulfikar adalah nama si Ducati merah itu. Niki mendesah, antara heran dan geli.

Angin sore bertiup pelan di antara dahan ketapang sepanjang terowongan. Niki menyalakan mesin motornya, melaju dengan kecepatan wajar. Tapi Ducati merah itu terus berada di depannya.

Nggak berat apa? Bawanya pelan banget.

Di tengah lamunan, sebuah lubang besar hampir membuat Niki terjungkal. Ia terlonjak, nyaris kehilangan keseimbangan.

Wijaya menoleh lewat kaca spion, menepikan motornya, lalu mundur sampai ke samping Niki.

“Check ban motormu!” teriaknya.

Wijaya menunjuk ban belakang.

“Kayaknya ketusuk paku. Tuh, liat!”

Dan benar saja, angin menyembur seperti gas helium terakhir balon pesta. Mereka pun menepi ke bengkel terdekat.

“Bang, tambal ban-nya ya,” ujar Wijaya sigap, lalu menoleh ke arah Niki yang berdiri kikuk di antara ember oli dan kunci inggris yang bertebaran.

“Sini,” serunya, menepuk kursi plastik di sebelahnya.

Niki duduk dengan hati setengah jengkel, “Aku pengen cepat pu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!