Bab 13. Tidak Ada Yang Namanya Kebetulan

Nightmare has returned.

Hening pukul dua dini hari, menjelang tiga. Kesunyian kembali menyambut Niki—membawanya jatuh dalam mimpi yang sama.

Ia berada di lorong gelap tak berujung. Suaranya menggema di antara dinding hitam, bersamaan dengan laju kendaraan yang melesat tanpa arah, membawanya entah ke mana.

Niki berpegangan erat pada jaket jeans pengendara itu.

“Kita mau ke mana?!” teriaknya, nyaris putus asa.

Tak ada jawaban. Pengendara itu hanya terus melaju hingga mereka tiba di depan sebuah kaca raksasa. Dari permukaan kaca itu, bayangan Niki memantul dengan jelas—ia mengenakan blouse putih gading selutut.

Tiba-tiba, sesuatu menariknya ke belakang. Ia terduduk—bukan di kursi, bukan pula di sofa—melainkan di pangkuan seseorang. Wajahnya tak pernah bisa Niki ingat, seolah selalu tertutup kabut.

Suara itu berbisik di dekat telinganya, halus dan membuatnya merinding:

“Bantu.. aku.”

Mimpi yang sama kembali datang untuk ketiga kalinya.

Saat Niki hendak berdiri dari pangkuan misterius itu, tangannya menyentuh permukaan empuk berwarna merah. Lelaki itu tiba-tiba menarik lengannya, membawanya keluar—menuju sebuah rumah kayu tua.

“Hosh... hosh... hosh...” Niki terbangun dengan napas memburu.

Dari semua kejadian, mimpi barusan adalah yang terburuk.

Tangannya gemetar meraih buku cokelat bertuliskan Sweet Pills di meja samping ranjang. Ia menyalakan lampu, meraih bukunya, dan menulis satu kalimat besar di halaman kosong paling atas:

“Aku takut mimpi ini menjadi kenyataan.”

...∞...

Hening pukul dua, menuju tiga.

Seseorang terjaga—lagi. Mimpi buruk yang sudah lama berhasil ia lupakan, kini kembali menyapa.

Kenapa mimpi itu muncul lagi?

Wijaya lanjut mengetik di laptopnya:

Bab Tujuh: Twin Flames is the Ultimate Level of Soulmates.

Halaman 199.

Meski selalu membuatnya gelisah, mimpi itu adalah sumber inspirasinya. Ide-ide untuk kelanjutan cerita selalu datang dari sana. Tanpa disadari, naskahnya hampir mencapai dua ratus halaman.

Ia berdiri, menghadap kasur. Berkacak pinggang, men…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Fatisya

Fatisya

Ah memang kk author ini yang tak tertolong.
narasi kek begini bikin ku ketawa...

emng mles ngmg sm orng tampan yg sadar kalo dia tampan...soalnya pengalaman juga ktmu orng kaya gini...

2023-06-28

2

Fatisya

Fatisya

Ampuuun bang,,, mau disewain Alphard... kalo di iyain niki gmn tuh...

engga limosin sklian bang...

2023-06-28

1

AGDHA LY

AGDHA LY

nikki kocak bgt semua omongan dia 🤣🤣

2023-06-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!