Ponsel ungu milik Wijaya bergetar di atas meja. Saat ini, ia sedang beristirahat sambil menunggu makan siang datang. Mulai hari ini, mereka mendapatkan makan siang gratis dari penyelenggara pelatihan kerja.
Saat aula masih sepi, Xabil menghampiri Wijaya dan duduk di kursi Niki.
“Ternyata buat ngobrol sama Niki?” tembak Xabil.
Wijaya diam dan tetap mengetik sesuatu di ponselnya.
“Memang sih, Niki terlalu cantik untuk berada di sini. Iya nggak, sih?”
Wijaya tetap tidak menggubrisnya. Lebih tepatnya, ia sudah kesal dua kali gara-gara tebakan Xabil lagi-lagi benar. Tadi pagi sebelum masuk aula, Wijaya sempat meminta saran kepadanya tentang cara yang pas untuk mengajak orang asing berbicara.
Bukannya menjawab, Xabil malah berkata, “Bahkan kemampuan dasar begini kamu nggak tahu, Jay? Sini, kasih aku wajahmu biar kufungsikan dengan benar.”
Benar-benar tidak ada respons dari Wijaya. Xabil pun menyandarkan punggung ke kursi dan menahan kepalanya yang pitak dengan kedua tangan di belakang. “Aku yakin dia cuma gabut ikut pelatihan ini.”
Masih belum ada respons. Ia melanjutkan, “Sama sih, aku juga sambil nunggu tes caba.”
“Kalau benar cuma gabut, berarti kesempatanku cuma satu bulan. Kayaknya nggak bakal cukup.”
Alis Wijaya berkerut tajam—respon yang benar-benar di luar dugaan. Xabil menatap heran. Apakah ia benar-benar serius dengan ucapannya tadi?
Ia juga tahu bahwa Niki adalah gadis yang cukup menarik. Misterius, sedikit pendiam, tapi ternyata pemberontak ulung—kejadian roti manis tadi pagi adalah buktinya. Seperti serigala berbulu domba, karakter Niki tertutupi sempurna oleh wajahnya yang polos, dengan mata bulat yang selalu berkilau sejernih air. Namun, mana mungkin cinta pada pandangan pertama itu nyata?
Lelah menebak-nebak, ia pun menyerah. “Oke, aku ngalah. Good luck, bro.”
Wijaya tetap diam meski Xabil sudah meninggalkan kursi Niki dengan dugaan yang salah. Ia tidak ingin Xabil menebak dengan benar lagi. Yang sebenarnya terjadi adalah, ia harus memastikan bahwa semua m…
Sweet Pills
Bab 11. Ponsel Ungu: Awal Sebuah Cerita
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 27 Episodes
Comments
Ayano
Aku ngakak tiap baca kata dipangku si mas 😅😅
2023-10-27
1
Ayano
Dipangku katanya 🤣🤣
2023-10-27
1
Ayano
Seems legit to me
2023-10-27
1