Yuki terus saja berusaha dengan keras menutup mulutnya dengan rapat namun mau bagaimana pun setidaknya dia tetap menelan sedikit susu tersebut yang menyentuh mulutnya dan terus saja di desak dengan paksa oleh tuan Devon agar dia meminum susu itu dengan segera. Tapi untungnya Yuki berhasil mendorong tangan tuan Devon hingga dia bisa menghindar dengan cepat dan memegangi bibirnya yang terasa sangat panas.
"Aahhh ..tuan kau benar-benar keterlaluan, aku kan sudah bilang aku aahhh bibirku." Ucap Yuki yang tidak sampai selesai dan dia langsung berlari keluar dari ruangan tuan Devon dengan berlari sangat kencang memegangi bibirnya yang terasa sangat terbakar kala itu.
Sejak kecil dan selama di panti asuhan hingga saat ini, Yuki memang tidak pernah lagi memakan makanan pedas walaupun kadar pedasnya itu hanya sedikit, kecuali jika sejenis saus tomat, barulah dia masih tahan untuk memakannya, bukan tidak suka pedas ataupun tidak bisa makan pedas, tetapi Yuki memang tidak boleh mehentuh makanan pedas pada bibi dan mulutnya, karena dia memiliki alergi yang sangat sensitif dengan rasa pedas juga sesuatu yang panas di area mulut termasuk bibirnya tersebut, sehingga memang sejak kecil dia sudah membiasakan diri untuk tidak mengonsumsi segala sesuatu yang memiliki rasa pedas apalagi kadar pedas yang sangat tinggi seperti susu yang barusan tuan Devon paksa untuk Yuki makan.
Jadi tentu saja saat ini Yuki sangat panik, dia takut alerginya itu akan kambuh dan membuat dia merasa malu juga kesulitan untuk berkomunikasi nantinya.
Dia berlari ke kamar mandi dan terus menggaruk bagian bibirnya tersebut hingga mengigitnya dengan kuat karena rasa gatal di sekitar lidah juga bibirnya yang mulai terasa, itu terjadi karena efek rasa pedas yang mengenai bagian sensitif mulutnya yang bermasalah tersebut, sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk menggaruknya terus menerus hingga tidak sadar ketika dia menatap ke arah cermin ternyata bibirnya sudah membengkak sangat besar, bahkan terlihat seperti…
Wanita Perebut Kekasihku
Alergi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 96 Episodes
Comments