Setelah beberapa saat menenangkan dirinya dan mulai mengikat kuat sarungtangan untuk menutupi sebagian wajahnya tersebut, akhirnya Yuki pun memutuskan untuk pergi kembali ke ruangan tuan Devon, hingga sesampainya disana tentu saja tuan Devon mengerutkan kedua alisnya dengan kuat, sebab dia merasa heran dengan Yuki yang tiba-tiba saja kembali dengan penampilan aneh seperti itu. Dan tatapan matanya yang terus sinis terhadap dirinya.
"Bagus ya kau baru kembali sekarang setelah membuat kekacauan di ruanganku seperti ini, lihat semua ini karena ulahmu, lantai jadi penuh dengan susu cabai yang kau buat itu, sekarang bersihkan dengan benar, aku tidak mau melihat sedikit noda pun di lantaiku!" Bentak tuan Devon sangat kencang dan terus saja menunjuk ke arah lantai dan beberapa bagian tempat yang kotor dan berserakan susu tersebut sebelumnya.
Yuki hanya bisa menahan emosi di dalam dirinya sambil berniat pergi untuk mengambil alat pembersih, namun disaat dia baru mau berbalik badan tuan Devon kembali memanggil namanya dan membuat dia berhenti melangkahkan kakinya lalu kembali menghadap ke arah tuan Devon lagi. "Ehhh tunggu-tunggu, kemari kau!" Ucap tuan Devon memerintah dengan wajahnya yang sangat serius.
Yuki kembali harus menghela nafas panjang dan terus saja berjalan mendekati tuan Devon. "Ada apa lagi tuan, bukankah aku harus segera membersihkan semua kekacauan ini?" Balas gadis tersebut dengan wajahnya yang begitu sebal.
"Kenapa kau memakai sarungtangan di wajahmu seperti itu? Buka sekarang juga!" Perintah tuan Devon dengan tegas.
Langsung saja Yuki membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan begitu panik, dia tidak mau jika sampai ada orang lain yang melihat penampilan bibirnya dalam keadaan buruk seperti ini, tapi sayangnya disaat Yuki memberikan alasan dan menahan sarungtangan itu dengan kedua tangannya, tuan Devon sama sekali tidak mempercayai dirinya dan dia terus saja memaksa Yuki dengan kasar agar dia melepaskan sarungtangan yang menutupi mulutnya tersebut.
"AA.…
Wanita Perebut Kekasihku
Ketahuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 96 Episodes
Comments