Ini hari ke-3 sejak Arunika berada di rumah Aland. Selama itu pula, Vy berusaha berdamai dengan aroma roti. Seperti pagi ini, ia kembali membuka kulkas dan mengambil roti. Ia menunggu perutnya bergejolak, namun itu tidak terjadi. Hingga saat rotinya matang dan diolesi dengan selai kacang pun Vy baik-baik saja.
Senyum Brian terbit melihatnya.
"Nggak mual lagi kan?" tanya Brian.
"Nggak, mas." Vy bahkan sudah menggigit rotinya.
"Habis ini jemput kakak yah" pinta perempuan itu.
"Iya, Sya" Brian mengangguk. Ia memakan bubur yang tadi dibelinya.
Setelah sarapan, Vy langsung bersiap-siap menjemput anaknya.
"Kata Adriel, kakak di sekolah" beritahu Brian.
Ada hal baru lagi, Arunika meminta di antar ke sekolah yang berada di pinggir kota, yang ia lihat beberapa hari yang lalu. Hal itu tentu bukan perkara sulit bagi Aland. Cucunya hanya perlu berada di sana, tidak perlu di daftar.
"Eh, iya. Mas sibuk kah? Kalau sibuk, Vy jalan sendiri saja"
"Nggak kok. Ini sudah akhir pekan, jadi nggak sesibuk kemarin. Ayo!"
Mereka menghabiskan waktu kurang lebih 40 menit untuk sampai di sebuah TK yang dinaungi oleh pemerintah setempat. Nampak Aluna sedang duduk di kursi kantin sambil makan gorengan dan mengawasi cucunya.
"Ibu" Vy memeluk Alana.
"Rindu yah ? Makanya nyusul?" goda Alana.
"Nggak bisa tidur, Tante. Setiap pagi nangis" Brian yang menjawab.
Alana meneliti anaknya. Ada kantong mata disekitar mata anaknya, wajahnya juga sedikit pucat. Tangan Alana terangkat merapikan rambut anaknya.
"Sabar yah sayang. Ini nggak akan lama"
"Terima kasih, bu" ucap Vy.
Nampak Arunika berjalan keluar dari kelas. Anak itu terlihat lucu dengan seragam sekolahnya yang berwarna biru pink. Kemeja biru yang dilapisi dengan gaun can see warna pink. Sementara anak laki-laki mengenakan kemeja biru yang dipadukan dengan celana pink.
"Mama, papa"
"Pinternya anak papa" Brian mengusap rambut anaknya.
"Sayang, oma pulang dulu yah"
Mata Arunika berkedip-kedip mendengar ucapan Omanya.
"Kata mamanya kakak, mamanya kakak…
ANAGATA
Another Problem
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 249 Episodes
Comments