"Ok, semuanya udah siap, kan?" Ujar Stuart, membuat para senat yang sudah bersiap dengan kostum masing-masing itu menatapnya. "Gw bakal kasih pengarahan ke mereka, jadi kalian bisa cari posisi yang tepat buat nakutin mereka." Ujarnya, lagi.
"Iya, Kak. Kapan nih keluarnya? Keburu gerah kali kita, napa juga gw mesti pake beginian?"
"Loe pantes jadi setan, Joy!!" Ujar Wendy yang kontan saja membuat seisi ruangan tertawa, Joy hanya mendelik. Joy emang terkenal manusia paling jail, jadinya banyak yang menaruh dendam padanya, terutama Irene yang pernah jadi korban terbesarnya.
"Iya, yang enak-enakan patroli bareng Abang Chandra, gw mah bisa apa." Ujar Joy, ada aja ledekan yang bisa ia temukan untuk membalas lawannya.
"Awas diajak mojok, Wen..." Ujar Sean dengan kostum pocongnya, membuat Wendy mendelik.
"Bukan Chandra yang ngajak, dia yang ngajak, asal kalian tau." Bisik Joy, tapi terdengar cukup keras.
"Joy, bisa diem nggak? Mau gw bilangin ke Pak Mario soal..."
"Iya, gw diem, gitu aja ngancem." Ujar Joy, sebal. Sudah bukan rahasia lagi kalau Pak Mario menaruh hati pada Joy, semua orang juga pasti tau hanya karna melihat mata dosen muda itu. Tapi entah kenapa Joy tak tertarik, padahal Mario cukup tampan, meskipun dia killer sih.
"Cieee, kenapa nih?" Tanya Sana, kepo.
"Diem loe, Cil, ini urusan orang dewasa." Ujar Joy, membuat Sana menatapnya kesal.
"Udah, kalian jangan berantem. Gw keluar dulu, abis itu gw balik lagi nemenin Irene." Ujar Stuart, melerai.
"Disini kan clear, Irene gak akan kenapa-napa juga." Ujar Joy, sewot.
"Siapa yang tau, Joy." Ujar Stuart, lalu ia pergi, meninggalkan Irene dengan anak-anak yang sebagian besar menggunakan kostum.
"Nah Irene, loe korban pertama kita." Ujar Joy, jahil.
"Apaan sih, Joy?" Ujar Irene, sebal.
"Udahlah, yuk pergi!!" Ujar Gisel sambil menarik Joy agar gadis itu berhenti menjahili Irene, kasian kan?
"Sana ke posisi!!" Ujar Kai, setelah mendengar arahan dari Stuart lewat microphone yang terhubung dengan ponselnya. "Anak-anak udah…
Serendipity
Nightmare in Campus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments