Irene menghampiri Axelle yang pagi itu terlihat sedang membaca sebuah makalah. Pria itu, dengan kacamatanya, tampak tak terganggu dengan berbagai tatapan aneh dan curiga yang tertuju padanya, seperti biasanya. Irene tersenyum, lalu ia menepuk bahu Axelle.
"Duh!!" Pekik Axelle, kaget.
"Ah, maaf, gw ngagetin ya?" Ujar Irene, kikuk.
"Ah, gak papa kok, Kak." Ujar Axelle, gugup. Ia bingung harus bagaimana menghadapi Irene, setelah insiden ciuman itu.
"Loe gak ada kelas?" Tanya Irene, tatapannya tak fokus pada Axelle.
"Hm, ada kok." Jawab Axelle, seadanya. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, berusaha tenang menghadapi Irene. "Sa-saya duluan ya, Kak!!" Ujarnya, bergegas pergi. Ia tak yakin bisa bertahan lebih lama, apalagi Irene semakin manis di matanya.
"Eh, tapi... Tunggu!!"
Irene tak sempat memanggil Axelle, karna pria itu keburu menjauh. "Kenapa sih dia?"
Mungkinkah buru-buru?
Irene menghela nafas pelan, mungkin nanti mereka bisa mengobrol lagi.
Tapi nggak, seharian itu Axelle seperti terus menghindarinya. Axelle seolah tak mau bertemu dengannya, membuat Irene memikirkan semua kesalahannya pada pria itu. Apa karna Irene malam itu merepotkannya? Apa karna kemarin Irene keliatan gak tau malu meminta kacamatanya kembali? atau karna Irene tak merespon ciumannya?
Ah, Irene pusing jika harus memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu. Kenapa juga ia harus memikirkannya? Toh dia gak ngerasa dirugikan, Axelle kembali seperti dulu itu bukan masalahnya, kan?
Ah, nggak, Axelle berubah itu adalah masalah. Setelah ia menciumnya hingga membuatnya tak bisa tidur semalaman, masa Axelle kembali kayak dulu? Irene kan udah baper, meskipun udah berkali-kali menyadarkan diri. Gak mau, Irene gak mau baper sendirian.
"Gila gak sih, semalam gw sama Momo kan lewat lab, eh, di lab itu berisik banget." Ujar Joy, membuat Irene menyadari bahwa ia tak sedang sendiri.
"Berisik? Bukannya anak-anak gak main deket situ? Bukannya itu di luar jalur kita?"
"Nggak tuh, buktinya gw nemuin Sean disekitar situ…
Serendipity
What should I do?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments