"Kalian ngapain malam itu?" Tanya Wendy, tak sabaran. Ia menatap Stuart dan Gisel yang duduk bersebelahan, keduanya menunduk. "Hello, gw lagi nanya sama kalian. Kalian bisu mendadak, ya?" Ujarnya, Stuart dan Gisel saling memandang.
"Gisel!!" Ujar Joy sambil duduk disamping gadis itu, tanpa tahu situasi dan kondisi. "Eh, Wendy, loe kenapa?" Tanyanya, bingung.
"Tanya ke mereka, tanya ke temen loe ini, apa yang udah ia lakuin malam itu sama Kak Stuart?" Ujar Wendy, penuh penekanan.
"A-apa? Gisel, apa yang terjadi?" Tanya Joy, membuat Gisel hanya menunduk.
"Kalian bisu mendadak atau gimana sih?" Ujar Wendy, tak sabaran. Dari tadi ia nanya, dua-duanya cuman diem kayak orang bego.
"Gisel, loe ngomong sama gw. Apa yang terjadi disini?" Desak Joy, dia tak bisa kasar pada Gisel, Gisel anaknya lembut, Joy tau itu.
"G-gw udah lakuin 'itu' sama Kak Stuart, malam itu." Ujar Gisel, pelan.
Stuart menghela nafas kasar, ia tau semuanya akan terbongkar, meskipun ia telah memaksa Gisel untuk menutup mulutnya.
"Itu?" Tanya Joy, lagi. Ia bukanlah anak kecil, tentu ia tau arti kata 'itu' yang selalu dimaknai ambigu.
Wendy menghela nafas kasar, ia menatap tajam Stuart. "Loe tentu ngerti Joy, loe bukan anak kecil."
"Gi-gimana bisa?" Tanya Joy, kemudian. "Kalo makna 'itu' yang ada di kepala gw bener, gimana bisa loe sebego ini?" Ujarnya, kesal. "Loe boleh sayang sama seseorang, gw gak larang, tapi loe gak boleh sebego itu juga." Ujarnya, marah.
"Ma-maaf, gw yang salah, Kak Stuart gak salah." Ujar Gisel, terisak pelan.
"Kak, kenapa Kakak dari tadi cuman diem? Kakak gak mau tanggungjawab atau gimana?" Tanya Joy, Stuart memutar matanya.
"Tanya temen loe, siapa yang mulai duluan?" Ujar Stuart, membuat Wendy memutar matanya. Hal begini yang tak ia suka dari para pria, seolah mereka gak salah, ceweknya yang salah. Ah, Wendy jadi inget masa lalunya, shit!!
"Gw yang mulai duluan..."
"Hei!! Gak peduli yang mulai duluan siapa, kalo ada masalah, loe yang bakal nanggung semuanya, Sel." Ujar Joy, hampir…
Serendipity
Hate U, Love U
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments