Stuart berjalan cepat, ia bahkan tak bisa berteriak karna takut ketahuan. Stuart tak bisa menghubungi gadis itu, karna dia meninggalkan ponselnya di lantai atas. "Aish, kemana sih kamu, Rene?" Ujarnya, kesal.
Ia terdiam, kala melihat seorang gadis tengah jongkok, seperti sedang bersembunyi. Tapi untuk apa dia sembunyi disini? Ini kan bukan jalurnya?
"Ya!!"
Gadis itu terperanjat kaget sambil menoleh kearah Stuart, membuat Stuart mengenali gadis ini. "Rima?"
"Eh, Kak Stuart, hai!!" Sapa Rima sambil berdiri, lalu membungkukkan badannya sedikit sambil membersihkan bajunya seolah ada debu yang menempel.
"Ngapain kamu disitu? Kamu kepisah dari kelompok?" Tanya Stuart, lagi.
Rima menutup matanya, malu ketahuan Stuart. Harusnya yang menemukannya itu Axelle, bukan pria sempurna ini. "Rima tadi dikejar sesuatu, jadi nyasar." Ujar Rima, mencari alasan yang masuk akal.
"Dikejar? Kakak gak nyuruh mereka ngejar peserta lho." Ujar Stuart, sedikit curiga, seingatnya Rima bukanlah seseorang yang penakut seperti Irene.
Rima hanya tersenyum, kikuk.
"Yaudah, ayo, kakak antar ke pos pertama, semoga kelompokmu belum sampai."
"Ta-tapi..."
"Kenapa? Kamu mau ketemu hantu lagi?"
"Ah, nggak, itu maksudnya..."
"Ayo, kalian kan gak boleh pisah!! Kakak bakal bilang ke pos satu, biar tahan kelompok kalian." Ujar Stuart, Rima akhirnya menurut meskipun berat.
***
Axelle menghela nafas berat, ia kini benar-benar sendiri. Aishh, ia lupa pada senternya berada di tangan Irene, Axelle jadi harus bergelap-gelap ria disini. Untung saja tidak terlalu gelap, masih ada cahaya bulan di luar sana, dia juga sudah di jalur aman. Eh, tapi gimana sama Rima, ya? Apa dia udah ketemu sama yang lain? Atau masih tersesat? Jangan-jangan dirinya yang tersesat?
Axelle berjalan tanpa arah, meski ia beberapa kali melihat papan petunjuk, tapi ia sama sekali tak menemukan siapapun disana. "Kenapa ini semua terlihat begitu mudah?" Gumamnya, heran. Satu-satunya sosok yang ia temukan adalah sosok pocong tadi, ya, Sehun, tapi yan…
Serendipity
Suspicious
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments