Axelle berjalan dengan headset di telinganya seperti biasa, Bryan tak bersamanya, karna pria itu masuk siang. Kalau tanpa Bryan, Axelle menghabiskan waktunya dengan berkutat di perpustakaan, entah apa yang dilakukannya. Dia memang tak memiliki teman selain Bryan, mungkin mereka membencinya, karna berani menantang Irene waktu itu. Dia sih gak terlalu mikirin, toh masih ada hal penting lain yang harus ia pikirkan.
"Axelle!! Loe kok disini?" Ujar Irene dari arah belakang Axelle, membuat pria itu menoleh. Gadis itu tengah duduk disebuah meja panjang, beberapa buku dan laptop ada didepannya. "Sini, sini!!" Ujarnya sambil menggerakkan tangannya dengan tak sabaran, membuat Axelle segera menghampirinya.
"Kakak lagi ngapain disini?" Tanya Axelle, ia melepaskan headset yang menempeli telinganya.
"Ngerjain tugas, hehe." Ujar Irene sambil meminum minumannya, lalu kembali mengetik sesuatu dilaptopnya. "Loe sendiri lagi ngapain?"
"Ah, saya lagi..."
"Ishhh, kebiasaan, loe gak usah formal sama gw, santai aja." Ujar Irene, tersenyum.
"Oh, ok." Ujar Axelle, agak canggung dengan sikap Irene yang tak biasanya. Dia gak aneh sih, cuman terlihat seperti anak kecil. Ada roti dan beberapa botol minuman disana, Axelle menatap bingung Irene. "Kakak minum itu semua? Kakak udah berapa lama sih disini? Biasanya kan diruang senat, kenapa disini?"
"Loe tau kan, senat lagi gak kondusif." Ujar Irene dengan mulut penuh, membuat Axelle gemas. Sejak kapan Irene jadi macem bocah begini?
"Kakak belum sarapan? Sarapan bareng yuk, saya juga belum sarapan." Ujar Axelle, tersenyum.
"Ayo!! Ayo makan di luar, tapi loe yang traktir ya?" Ujar Irene sambil menunjuk Axelle, membuat Axelle bingung. Dia kan gak ngajakin makan di luar, tapi di kantin, gimana cara ngomongnya ya? Mana kayak semangat lagi, udah beberes segala. "Ayo dong!!" Ujarnya sambil menarik tangan Axelle, terpaksa Axelle menurut.
"Ka-kak, tunggu dulu!!" Ujar Axelle sambil menahan tangan Irene, membuat gadis itu menatapnya. "Hm, gu-gw..."
"Kenapa? A…
Serendipity
First Date(?)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments