Irene memeluk Axelle dari belakang dengan cukup erat, angin semakin membuatnya memeluk pria itu. Ia cukup takut, tapi ini adalah pengalaman yang sebenarnya cukup menyenangkan. Mungkin Irene harus terbiasa dengan naik motor seperti ini, agar nanti bisa lebih menikmatinya.
Axelle tetap diam, berusaha untuk mengendalikan diri, berusaha untuk tenang, meskipun ia ingin cepat sampai ke kafe terdekat. Mana bisa ia dipeluk seerat ini oleh Irene, jantungnya tak berhenti berdegup kencang dari tadi. Ok, ini adalah pengalaman pertama Axelle membonceng seorang gadis yang memeluknya kayak gini. Yang bener aja, Axelle agak canggung juga seperti ini. Meskipun ia tau ini adalah pengalaman pertama Irene, tapi ia tetap merasa aneh.
"Kak, udah sampai?" Ujar Axelle dengan tubuh tegang, perlahan ia merasakan pelukan itu melonggar. Akhirnya Axelle bisa menghela nafas lega, ia merasakan perlahan jantungnya kembali seperti biasa. Kalau seperti ini terus bisa-bisa ia kapok membawa Irene pake motor, ia takut sesuatu terjadi pada jantungnya yang memang selalu bermasalah bila dekat Irene. Lain kali Axelle takkan lagi mencoba mengajak Irene pake motor, mending ia bawa mobil sekalian. Eh, tapi kata Irene, dia mau sering pake motor.
Mampus!!
"Al, kok bengong? Ayo masuk!!" Ujar Irene, membuat Axelle tersadar, ia masih duduk diatas motornya.
"Oh ya, maaf, Kak." Ujar Axelle sambil melepaskan helmnya, lalu turun dari motor. "Sini gw bantu, Kak." Ujarnya sambil melepaskan helm yang Irene pakai, tapi tatapan Irene bikin jantungnya kembali berulah.
Ah, ini gila!! Baru aja Axelle terlepas dari pelukan maut(?) itu, kini ia harus menghadapi tatapan itu juga, bisa-bisa jantung Axelle tak sehat dibuatnya.
"Axelle, kok loe gak senyum sih, loe gak seneng jalan sama gw?" Tanya Irene sambil mengapit kedua pipi Axelle dengan kedua tangannya, membuat wajah Axelle seperti bebek.
"Ah, duwe theneng kwok, Kwak." Ujar Axelle, membuat Irene terkekeh pelan. Tapi dia tak melepaskan kedua pipi Axelle, membuat Axelle menung…
Serendipity
Breakfast
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 39 Episodes
Comments