Setelah bangun dari tidur yang begitu nyaman, Rayinka bergegas bersih diri. Setelah ini, Rayinka akan menemui Mahran. Ia ingin berkeliling di sekitar istana.
Usai mandi, Rayinka berganti pakaian dan memoles wajahnya dengan riasan tipis. Gaun berwarna coklat itu membuat Rayinka terlihat kalem.
"Hmm, baju-baju di lemari itu hanya ada gaun saja. Memangnya penduduk Aetheria gak ada yang pakai kaus atau baju casual gitu ya?"
Rayinka berbicara dengan pantulan dirinya di cermin. Segala hal yang ada di Aetheria membuat Rayinka memiliki banyak pertanyaan. Untungnya, Mahran selalu sabar menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu.
"Nanti aku tanya Mahran deh," lanjut Rayinka sembari menatap wajahnya dengan detail–khawatir ada riasan yang terlalu berlebihan.
Usai memastikan riasannya sederhana, Rayinka keluar kamar. Seorang pelayan menyambut ia dengan lembut. Gadis bermata biru itu pun mengikuti langkah sang pelayan untuk menemui Mahran.
Ketika tiba di sebuah taman, pelayan itu berhenti tepat di bibir taman yang bermekaran bunga-bunga indah.
"Nona, tadi Kaisar meminta saya untuk membawa Nona ke sini. Biasanya Kaisar ada di tempat penjamuan. Nona bisa lurus terus mengikuti deretan bunga mawar ini, nanti akan terlihat sebuah tempat yang dikelilingi bunga edelweis. Kaisar sedang menunggu Nona di sana.. " Pelayan itu menunduk, lalu pamit undur diri.
Takjub dengan pemandangan di depannya, Rayinka meraih ponsel yang ia bawa dari dunianya. Ia mengambil beberapa foto bunga mawar yang harumnya semerbak.
Ketika sudah sampai di ujung deretan mawar, Rayinka melihat sebuah tempat teduh di antara bunga-bunga berwarna putih. Benar saja, Mahran sedang duduk di sana sembari menikmati secangkir teh.
Rayinka berlari ke sana, kemudian dilihatnya seorang lelaki muda dengan jubah wibawa yang begitu mempesona. Astaga, Mahran begitu tampan dengan pakaian itu, begitu pikir Rayinka.
"Gimana tidurnya?" Mahran tersenyum, suara lelaki itu membuat Rayinka tersadar dari lamunannya.
"Ekhem.. Eeem... Yaa.. tidurku…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Romansa Sebelum Badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments