"Mahran? Haloo Mahran?"
Rayinka mengitari seisi ruangan apartemen Mahran sembari memanggil nama lelaki itu. Entah bagaimana hatinya berdegub kencang. Ia merasakan sebuah kerinduan yang hendak meluap begitu saja.
"Gak mungkin ada orang yang masuk kamar ini kecuali aku dan Mahran.. tapi dimana dia? Kenapa tidak ada di seluruh ruang apartemen?" ujar Rayinka merasa heran.
Gadis bermata biru itu mencoba keluar dari apartemen, ia pergi ke taman dekat sana, tapi tak ada Mahran di sana. Setelah terasa lelah mencari, Rayinka kembali ke apartemen Mahran dengan ekspresi letih. Ia sangat berharap Mahran sudah kembali.
"Udah tiga minggu lebih kamu bahkan belum balik juga, Ran," nada bicara Rayinka terdengar begitu sedih. Ia tahu betul bahwa pertemuannya dengan Mahran hanya sehari, tapi.. hatinya tidak bisa berbohong. Rayinka merasa hati mereka saling terpaut.
"Apa mungkin Mahran kembali lalu pergi lagi?" ujarnya sembari menatap langit-langit apartemen.
"Eh sebentar! Kan ada CCTV? Oke periksa CCTV aja!" lanjutnya bersemangat.
Namun ketika ia hendak beranjak ke ruang CCTV, handphonenya berdering. Itu dari Aditama. Rayinka langsung mengernyitkan dahi, hal penting apa yang sedang terjadi di rumah sampai Aditama menelponnya? Maka Rayinka langsung mengangkat teleponnya.
"Halo, Pi?"
"Kamu dimana, Re?" nada suara Aditama terdengar begitu lemas, hati Rayinka makin merasa gak karuan.
"Ehm, ini Rayinka perjalan pulang ke rumah, Pi. kenapa?"
"Puter balik, ya. Kamu ke RS Cahaya Langit sekarang. Bi Inah kecelakaan..."
"Ha?! Papi jangan bercanda deh? Tadi siang Bi Inah masih chat Rayinka ngingetin makan siang. Papi ga asik bercanda gini nih!!"
"Cepet kesini, Rayinka Aditama!! Cepat kesini kalau kamu masih mau melihat Bi Inah sebelum terlambat!"
Titah itu ibarat petir yang tetiba merusak seluruh puing-puing kebahagiaan yang menghampiri Rayinka beberapa hari ini. Air matanya tetiba jatuh begitu saja. Ia tidak lagi ingat perihal CCTV. Kali ini, orang yang ia anggap Ibu lebih penting untuk didatan…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Kabar Pilu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Sri Agustina
huwaaaaa/Sob//Sob//Sob/
2024-04-13
0