"Kita mau kemana sih, Ran?" tanya Rayinka cemberut.
"Em, ke HR, dong," jawab Mahran sembari melirik wajah Rayinka yang sedari tadi menekuk dahinya.
"Ngapain juga ke sana?! Aku kan gak ada persiapan," ketus Rayinka lagi.
Mandengar nada bicara Rayinka yang kesal, Mahran membanting setirnya menuju salah satu toko es krim favorite para anak muda Rosendria. Dia tidak tahu, gadis muda di sebelahnya itu suka es krim atu tidak. Tapi bagi Mahran, tak akan ada tahu jika tidak dicoba.
Rayinka yang tidak tahu menahu dimana perusahaan HR hanya diam sembari sesekali membulatkan bibirnya kesal. Ia sedari tadi kesal pada sikap Mahran yang mengaku sebagai teman dekatnya secara sepihak. Setiap ditanya, lelaki itu hanya menjawab "ingin saja". Rayinka tidak suka ketidakjelasan seperti itu.
Setelah beberapa menit, Mahran menghentikan kemudinya di depan sebuah toko dengan desain merah muda. Ia mengajak Rayinka masuk ke dalam agar perempuan itu bisa memilih dengan bebas.
"Ck, ngapain sih ke sini?" tanya Rayinka yang masih menolak turun dari mobil. Ia tahu itu toko es krim, tapi ia tak ingin pergi ke sana karena tujuan mereka adalah HR.
"Turun aja, aku lagi pengen makan es krim sebelum ke HR. Sekalian bawain es krim buat teman-teman. Gak jauh juga kok udah buat nyampe HR," ujar Mahran tersenyum lebar.
"Kamu aja deh yang beli, aku gak minat!" ujar Rayinka masih kekeuh dengan pertahanannya.
Mahran tak habis akal, "Gini deh.. kamu turun dulu. Bantuin aku ya? Aku susah milih es krim yang kira-kira disukai orang-orang, terutama para ciwi-ciwi gitu. Nah kalau pas kamu di dalam tetap gak ingin beli, gak papa bantuin aku aja. Mau engga? Plis ya?"
Rayinka masih belum bergeming, terpaksa Mahran menggunakan saran dari buku romansa yang ia baca, "Oke kalau gitu, hari ini aku bakal ngabulin dua permintaan kamu, deh. Bebas apa aja! Asalkan kamu mau turun bantuin aku?"
Tawaran itu cukup menarik hati Rayinka, "Beneran?" tanyanya sembari melirik Mahran.
"Beneran, ini bisa dibilang sebagai janji y…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Tentang Rasa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Muhammad Ferdy Ardiansyah
gemes banget sama si cowok, langsung bilang suka gitu loh!
2024-04-09
0