Selama Rayinka tidak sadarkan diri, Mahran bolak-balik mengompres dahi Rayinka yang demam tinggi. Ini sudah menjelang malam, tapi Rayinka masih juga belum sadarkan diri.
Mahran terus mengompres Rayinka dengan air yang sudah ia campurkan obat herbal untuk membantu demamnya turun. Mahran tidak bisa menggunakan obat seperti terakhir kali karena tubuh Rayinka masih dalam proses adaptasi dengan obat-obatan dari Aetheria. Setidaknya butuh waktu seminggu untuk Mahran bisa menggunakan obat itu lagi.
"Astaga, gadis ini benar-benar memiliki orang tua yang menyebalkan. Bi Inah sudah pergi, kalau aku belum datang, siapa yang akan merawatnya? Bahkan kedua orang tuanya tidak ada yang datang ke kamar Rayinka usai mereka membuat anaknya menangis histeris begitu. Benar-benar memperihatinkan.." ujar Mahran pelan. Diusapnya rambut Rayinka yang usai memperbarui kain kompres di dahinya.
"Aku bakal terus di sisi kamu, Ray. Kamu gak bakal sendiri lagi..."
"Bi Inah... Bi... Jangan tinggalin Rere.. Bi Inah... "
Rayinka terus mengigau nama Bi Inah. Luka di hatinya masih belum lepas terlebih usai perlakuan orang tuanya yang tak berperasaan itu.
Ting Ting Ting
Handphone Rayinka terus berbunyi. Mahran hanya meliriknya sekilas, itu laporan dari mobile banking, laporan menyukai, serta laporan komentar yang terus berdatangan.
Mahran ingin sekali membuka semua notifikasi yang tak usai-usai itu, tapi ia tidak mau sepanjang itu. Maka untuk sementara, Mahran membuat handphone Rayinka tidak berdering.
"Ray, aku masakin bubur dulu, oke? Kamu di sini dulu. Sekalian aku buatkan obat herbal yang bisa diterima tubuhmu meski efek sembuhnya memakan waktu cukup lama," ujar Mahran pada Rayinka yang masih memejamkan matanya.
Maka Mahran menghidupkan lilin aromaterapi yang ia bawa dari Aetheria, itu berfungsi untuk membuat tidur seseorang lebih nyaman. Mahran langsung menuju apartemennya, memasak bubur dan meracik obat herbal untuk Rayinka.
Lelaki itu tak pernah merasa lelah sebab yang ia perjuangkan adalah Rayin…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Canggung Berujung Kesal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
pri
semangat thoorr, aku kasih 🌹 buat mu thoor🥳
2024-04-28
1
Sri Agustina
sabar mahran....sabar...hahah/Facepalm/
2024-04-14
1