Pagi menjelang, semalam Rayinka bisa tidur nyenyak usai berbincang dengan Mahran. Meski kemudian ia menjadi malu atas kejadian kemarin, tapi hatinya penuh suka.
"Kemarin itu bukan mimpi kan?" ujarnya dengan rambut yang terbungkus handuk, ia menatap dirinya di depan cermin.
"Haduh!! Mimpi aja deh ya?" celotehnya lagi sembari menangkup pipinya yang memerah.
"Kalau bukan mimpi.. bisa-bisanya aku mengatakan hal itu pada Mahran? Bahkan aku.... " ia menyentuh bibirnya sendiri, bayang-bayang kejadian kemarin melintas berkali-kali di benaknya.
"Haduuh kenapa aku bodoh bange ya? Kenapa kalau aku sedih jadi lost control sihh... " keluhnya menahan malu yang teramat.
Rayinka memang merasakan kenyamanan dengan Mahran, tapi ia tidak pernah berencana mengungkapkan perasaannya. Terlebih mereka baru saja saling mengenal. Meski begitu, ia tidak memungkiri jika hatinya selalu saja menyebut nama Mahran.
Kejadian kemarin membuat gadis penyuka senja itu menjadi tahu rasanya mengungkapkan apa yang ia rasa. Ini kali pertamanya disukai oleh orang yang ia sayangi. Hatinya lagi-lagi berdegub tak karuan. Ia tak percaya jika dirinya telah melakukan sesuatu yang "berani" perihal perasaan.
"Tenang ray... tenang... " Rayinka menarik napas dalam-dalam, lalu ia hembuskan perlahan.
"Ray... kamu harus menerima segala hal yang terjadi meski hatimu terus berdegub kencang. Bukankah keberanianmu akan menjadi cahaya untukmu dan Mahran?" Rayinka mencoba meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun hatinya yang bergejolak terus saja berdegub kencang.
Tok Tok Tok
"Ray, boleh aku masuk?" suara itu sontak membuat Rayinka gelagapan. Ia segera melepas handuknya, mengeringkan dengan hair dryer, "Jangan, Mahran! Nanti aku ke apart kamu aja!" teriak Rayinka dalam balik pintu apartnya.
Mahran yang mendengar itu hanya mengangkat alisnya heran, "Emang dia lagi ngapain sih?" tanyanya penasaran. Tapi Mahran memilih pergi saja, ia tak mau berprasangka terlalu banyak. Pikirnya, bisa jadi Rayinka sedang mela…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Berdegub Kencang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Novi Kamila
makin seru aja ceritanya 🤩🤩
2024-05-02
0
Sri Agustina
Siip.
2024-04-28
0
Sri Agustina
wah asyik ceritanya
2024-04-28
0