Senja mulai menyingsing di pelataran langit. Terlukis semburat jingga yang mendamaikan hati. Ia menjadi pelipur lara dengan ribuan cinta dalam pesonanya.
Hal itu juga dirasakan oleh gadis bermata biru yang sedari tadi terpuruk atas luka barunya. Gadis itu hanya menatap langit dari jendela kamar, air matanya terus berderai. Bayangnya berlari pada kenangan-kenangan masa lalu yang ia sesali kehadirannya.
"Bu... mereka jahat banget ya?" lirihnya lagi sembari menatap senja. Kalimat itu sudah ia ucap berulang kali. Rayinka sungguh menyesali kebodohannya yang sejak dulu mengharapkan cinta dari orang-orang yang menghancurkan hatinya secara perlahan.
"Sekarang Rere tidak hanya sendirian, Bu. Rere juga tidak memiliki harapan cinta seperti dulu.." Rayinka menunduk pilu, air matanya terus mengalir.
Gadis bermata biru itu tak pernah menyangka akan mendapat luka sebesar itu. Dibohongi, tak pernah tahu wajah sang ibu, tak dipedulikan, dia benar-benar merasa dirinya seakan tak berguna. Ia melihat tak ada seorang pun yang mau memedulikan dirinya.
"Ray, aku akan selalu berada di samping kamu..." kalimat itu tiba-tiba terbayang di benak Rayinka. Wajah seorang pemuda yang selalu berada di dekatnya kini memeluk ingatannya.
"Bu.. ibu tahu? Seorang pemuda dikirimkan untuk merawat hatiku. Pemuda yang warna matanya mirip denganku," tutur Rayinka sembari tetap menatap senja.
"Tapi, Bu... apakah dia akan tetap bersamaku? Atau.. dia juga akan pergi meninggalkan aku?" kelu Rayinka nanar. Ia menatap senja makin pilu.
Sejak lima jam lalu, ia meminta Mahran untuk membiarkannya sendiri. Rayinka butuh waktu untuk bisa menangisi lara hanya dengan dirinya sendiri.
Tapi kali ini, bayang-bayang Mahran makin terngiang. Ia tahu, Mahran membutuhkan dirinya untuk mendapat bantuan atas misi yang ia terima dari para tetua. Ia tahu Mahran diutus ke dunia untuk menjaganya. Tapi yang tidak ia tahu adalah waktu kepergian Mahran. Apakah Mahran akan pergi usai misinya selesai? Akankah suatu saat nanti ia kembali ke…
Sepucuk Harapan Perempuan Bermata Senja
Memeluk Luka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Anita Jenius
tambah seru
2024-05-01
0
Sri Agustina
tambah asyik..
2024-04-26
0