" Bagaimana anda bisa menyadari keberadaan benda ini ketua?" ujar Sian lagi yang masih terpaku menatap benda yang berada di telapak tangan Reina.
Reina tidak langsung menjawab pertanyaan Sian, dengan gerakan cepat Reina menarik tangannya dan menyimpan benda itu pada sakunya.
" A_ku_ ke_dingina_n, sia_lan" umpat Reina terang-terangan ketika melihat semua orang tidak memperdulikannya lagi melainkan pada benda yang ia temukan.
Semua orang tersadar dari keingintahuan pada benda yang Reina bawa, mereka melupakan satu hal, seharusnya mereka mengutamakan keadaan Reina terlebih dahulu sebelum memastikan benda apa yah Reina temukan.
Vian menarik lengan Reina dengan lembut dan menaruhnya pada tenguknya ia memapah Reina berjalan memasuki hutan.
Tampa penolakan reina membiarkan saja apa yang dilakukan oleh Vian selagi itu adalah perbuatan yang normal.
Para anggota slayer guild tidak mengikuti kepergian Vian bersama Reina, mereka yakin jika kedua nya tidak akan pergi jauh dari tempat ini.
Mereka yang sedang menatap kepergian Reina langsung mengalihkan pandangannya menuju sekitar, mereka bersegera menyebar mencari ranting kayu untuk digunakan sebagai api unggun untuk malam ini.
Vian yang sedari tadi memapah Reina seketika menghentikan langkahnya, Reina yang bingung dengan pergerakan Vian yang tiba-tiba terhenti langsung menoleh kearah samping.
" Kenapa berhenti?" tanya Reina dengan alis yang menyatu.
" Apa boleh saya menggendong anda ketua?" ucap Vian Tampa ragu sembari melirik kepada Reina yang juga menatapnya.
" Aku tidak suka digendong" ujar Reina dengan jujur karena menurutnya itu sesuatu yang memalukan.
" Tubuh anda tidak berat ketua, jika hanya alasan berat badan saya bisa mengangkat anda" sahut Vian lagi dengan senyuman kecil.
" Bukan itu alasannya aku hanya tidak suka digendong dari depan" kata Reina lagi lebih jelas.
" oh begitu."
Vian dengan cepat melepas tangan Reina dari papahannya maju dengan dua langkah kemudian berjongkok dengan kedua tangannya mengarah kebelakan…
Terjebak Cinta Tuan Muda
Bab.20 Duduk diatas api unggun.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments