Emilia POV.
Ku langkahkan kakiku bergerak menjauhi rumah mewah itu. Seiring langkahku yang terasa berat, tak luput juga air mataku mengalir dengan deras. Ku hapus dengan kasar, sesekali aku menengadahkan kepalaku ke atas guna menghentikan cairan bening itu.
Ku seret koperku mengikut kemana kakiku melangkah. Ini hampir tengah malam, dan untuk mendapatkan angkutan umum seperti taksi terbilang cukup sulit di sini.
Sesekali aku berhenti, perutku terasa kram jika aku lama berjalan, mungkin karena faktor perutku yang sudah semakin membesar.
Di saat aku sedang memijit betis ku yang terasa sakit, ponselku berdering.
" Kau di mana?"
" Di rumah." Jawabku berbohong.
" Kenapa kau menyimpan semua kartu pemberianku?"
" Karena aku tidak berhak Ludwig. Aku tidak punya hubungan apapun lagi dengan mu, dan ku ucapkan terima kasih karena selama kita menikah, kau selalu baik padaku."
" Tapi Emi... Tunggu.. Kau di mana?"
" Tadi sudah ku katakan kalau aku di rumah."
" Kenapa terdengar suara berisik jika kau sedang di rumah?"
Aku tergagap." A- Aku membuka sedikit jendela kamarku."
" Baiklah, jaga kesehatanmu."
" Iya."
Panggilan berakhir, lima menit kemudian, sebuah notifikasi berbunyi di ponselku.
" Aku sudah mentransfer sejumlah uang, tidak banyak, tapi cukup untuk menghidupi mu selama beberapa bulan. Dan... Lain kali, jangan berbohong seperti tadi, kau tidak pandai melakukannya."
Aku menengok ke kiri dan ke kanan, tapi tak ada kendaraan atau manusia yang aku liat satu pun. Lalu dari mana dia tau kalau aku membohonginya?
*
*
Ludwig memantau pergerakan Emilia dari seberang jalan. Ia memang tidak mengantar mantan istrinya itu pulang karena penolakan Emilia sendiri. Tapi tidak serta merta ia membiarkan Emilia pergi tanpa pengawasannya, mungkin ini adalah hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk Emilia.
Beberapa saat, Ludwig melihat Emilia keluar dari dalam rumah dengan menggiring kopernya sendirian.
" Sudah bisa ku prediksi. Bagaimana mungkin kau tidak tau tabiat kedua orangtuamu Emilia? Aku…
Revenge Ends In Love
Episode 17 : Terpuruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
yellya
untungnya msh ada heidi ya em🤗
2024-07-18
1
SasSya
ahhh sad Emy 🥺🥺🥺😢
Gerard sebenarnya sudah tersiksa dgn perasaan yang menelusup tiba2
cuma gedean mana antara rasa cinta atau dendam dan gengsinya
entah mengapa gak suka sama orang ini "wyn"
lebih suka Ludwig dr Pd Gerard tapi sayang dia kaya boneka yg di kuasai wyn😬😩
2024-07-17
2
Sidieq Kamarga
Ya ampun Emilia bebanmu kau pendam sendiri, berbagilah dengan sahabatmu biar menjadi plong. Semoga swlecepatnya Gerald mengerahui kehamilan Amilia.🤔🤔
2024-07-17
1