Emilia POV
Sekitar dua puluh delapan jam hingga akhirnya aku tiba di bandara internasional Auckland.
Netra ku memandang sekeliling, asing. Tentu saja. Ini pertama kalinya aku bepergian dengan jarak yang sangat jauh.
Untuk beberapa saat, aku mendudukkan tubuhku di kursi ruang tunggu bandara. Mencoba memantapkan hati dan menjernihkan pikiran.
Setelah mulai tenang, aku bangkit lalu menggenggam erat koperku. Tekadku bulat menjalani kehidupan baru di negara dengan pemandangan yang sangat indah ini. Rasa sakit yang di berikan oleh Wyn dan Gerrard di waktu bersamaan membuatku semakin yakin untuk tidak akan pernah menemuinya lagi. Terpukul dan trauma, ku rasa itu adalah alasanku.
Benar kata Ludwig, hidup jauh tanpa bayang bayang pria pria jahat itu sedikit banyak menjadikanku bisa bernafas lega.
" Ganti nomor mu begitu tiba di sana. Jangan sampai Wyn atau Gerrard bisa melacak keberadaan mu."
Itu adalah kalimat terakhir yang Ludwig katakan saat mengantarku ke bandara.
Flashback on
Kembali teringat percakapanku dengan Ludwig di dalam kendaraan mewah miliknya beberapa saat sebelum aku terbang meninggalkan setiap kenangan yang sakitnya sangatlah dalam.
" Orang pertama yang akan aku hubungi begitu aku sudah tiba di sana adalah kamu." Kataku menatapnya dengan senyum.
" Terima kasih." Ucapnya singkat dan membalas senyumanku.
" Aku pergi, jaga dirimu Ludwig."
" Aku pasti akan sangat merindukanmu."
" Aku juga."
" Boleh aku memelukmu?" Katanya terdengar sungkan.
" Tentu saja."
Ludwig memeluk ku, pelukannya terasa sangat hangat. Semenjak kami bercerai, ku rasa Ludwig memperlihatkan sifat aslinya. Dia sebenarnya pria yang sangat baik. Jujur, aku sudah pernah merasakan perlakuannya yang terkadang begitu hangat padaku.
" Nanti Maia yang akan menjemputmu." Katanya di sela pelukannya.
" Maia? siapa dia?"
" Sepupu ku. Kau tenang saja, Maia tidak mengenal keluarga Weber satu pun kecuali aku dan ibuku. Dia tidak pernah bertemu dengan Wyn. Dan dari dulu, bahkan sebelum Maia lahir, paman dan bi…
Revenge Ends In Love
Episode 24 : Pencarian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Bunda Aish
nasibmu Emily 🤦 😔
2025-02-13
1
SasSya
pen geplak mulut Gerard,asli!!!
dia tau betul Emy masih bersegel
dia yg ngrusak
dasar comberan!😤😤😤
2024-07-24
2
SasSya
ah!
Ludwig
kau dewa penolong emmy 🥺
2024-07-24
2