Emilia membuka laptop, dan seketika mengembangkan senyumnya. Di sana terpampang foto mereka berdua saat kelulusan di universitas.
" Apa dia tidak punya kekasih?" Gumam Emilia menatap lekat layar desktop tersebut.
Ia mulai mengetik semacam surat yang lumayan panjang.Tidak berapa lama kemudian, Emilia menyusul Heidi dan masuk ke dalam selimut yang sama. Sepertinya Heidi sangat lelah, karena Emilia bisa mendengar suara dengkuran gadis manis itu.
Pagi hari, Heidi sudah siap berangkat ke kantor. Melihat Emilia yang masih asik dengan sarapannya, tentu ia tak tahan untuk tidak melontarkan pertanyaan.
" Kau tidak ke kantor?"
" Nanti, aku hanya akan ke sana membawa surat pengunduran diriku."
Heidi menghela napas panjang. " Haruskah kau berhenti?"
" Iya Heidi sayang." Ucap Emilia tersenyum simpul.
" Aku pasti akan sangat kesepian." Kata Heidi tertunduk lemas.
" Cepat pergi, nanti kamu terlambat." Ucapku berpura pura tidak menggubris keluhannya.
" Baiklah, aku berangkat. Kamu harus banyak istirahat."
*
*
Emilia POV
Apartemen jadi terasa sangat sepi sejak Heidi berangkat setengah jam lalu. Aku hanya sibuk memandang keluar jendela, menyaksikan keindahan kota Munich yang ku lihat dari lantai dua puluh.
Mungkin karena sendiri, tiba tiba saja aku merasa sangat sedih. Cairan bening dari kedua netraku kembali jatuh. Apa aku serapuh ini? Perasaan, masih banyak orang di luar sana yang punya masalah lebih banyak bahkan lebih serius dari pada aku, tapi kenapa aku merasa jika akulah yang terlihat paling menyedihkan?
Ku usap pelan kedua pipiku bergantian. Ku tatap lagi kota Munich yang sebentar lagi akan aku tinggalkan. Aku akan ke mana? Masih ku pikirkan.
Orang tuaku tidak ingin aku tinggal di sini, tentu aku harus pergi. Aku yakin mereka jijik pada jalang sepertiku. Padahal, aku tidak menjual tubuhku. Semua terjadi begitu saja. Andai waktu dapat di putar kembali, aku pun tidak ingin melakukan kesalahan yang sama.
Ku usap perutku yang semakin membesar. Aku kembali menangis.
" Bantu mommy.…
Revenge Ends In Love
Episode 18 : Teman rasa saudara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments
Rieya Yanie
mewek.bacanya kak
2024-10-19
2
SasSya
🥸
hooooooo inikah takdir kalian?
Emy malah pergi ke negara dimana Gerard berada
bakalan seru iniii
babay uncle wyn!
wanita yang kau damba berlari pada takdirnya
2024-07-18
2
Aisyah Ranni
Ke Belanda siap2 ketemu Gerard dong
2024-07-18
1