Gavin dan Nilam kini dalam perjalanan kembali ke kota A. Tujuan utama mereka adalah perusahaan. Namun di tengah perjalanan Gavin menghentikan laju mobilnya di bahu jalanan.
"Sayang, ada apa?!" Gavin menepuk-nepuk pipi Nilam yang terus mengingau di tengah lelapnya. "Nilam, hey, kamu kenapa?" Mulai khawatir.
Seketika!
Nilam terperanjat membuka matanya. Peluh dingin bercucur menyusur sekujur kulitnya. Ia lalu melirik Gavin yang tengah menatapnya cemas. "Gavin ...."
Gavin menangkup kedua pipi gadis itu. "Kamu kenapa, Sayang? Kamu bermimpi, hmm?"
Nilam menatap manik mata Gavin bergiliran. "Iya, Gav." Dengan suara lemah.
"Oh, cuma mimpi. Tenanglah." Gavin berusaha menenangkan. "Umm... lantas, siapa nenek yang kamu panggil-panggil itu?" tatapan ingin tahu terjurus dari mata Gavin.
Nilam menundukan wajahnya. "Nenek itu ...."
----
"Akhirnya kamu menemukan cintamu, Nilam." Dalam remang suara Nenek Samiah terdengar lembut. Ia terus membelai wajah Nilam yang duduk di hadapannya, di dalam sebuah rumah sederhana, yang entah dimana.
"Iya, Nek. Apakah dia adalah lelaki yang Nenek maksud saat di hutan waktu itu?"
"Benar." Nenek tersenyum. "Nilam ... ke depannya masih banyak hal yang harus kamu lakukan dan akan kamu lalui sebelum kamu mencapai puncak kebahagiaanmu, Nak."
"Maksud Nenek?"
"Kamu akan tahu sendiri nanti." Nenek dengan segala teka-tekinya. "Nilam, cucu Nenek ada desamu, Nak. Dia sudah tumbuh besar. Tolong bantu dia mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak."
Nilam mengernyit tak mengerti. "Cucu Nenek? Siapa?"
"Dia sangat dekat denganmu. Dia menyayangimu layaknya seorang kakak."
"Hana?"
Nenek menggeleng. "Bukan. Dia seorang anak laki-laki."
"Laki-laki...?" Nilam mulai meminta otaknya untuk bekerja. Tak ada lagi yang paling dekat dengannya, kecuali .... "Didy!"
"Nenek mengangguk tersenyum. "Iya, Nak. Didy."
"Didy cucu Nenek?" Nilam dalam keterkejutannya.
"Benar." Nenek berbalik badan berjalan menuju jendela. Berdiri menatap sebuah jalanan setapak yang terdapat di sampin…
Derita Si Kembang Desa
Di balik lelap yang singkat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
sun flower
asty baik..
2021-07-15
0
Dewi Mudrika
jdi ikut senyum" gue bcax thorr,
2021-04-05
0
Zia Azizah
🤣🤣aku smbunyi balik batu,eh salah balik bantal 🤣🤣🤣
2020-12-17
0