Khawatir dan cemas, dua kata berbeda namun bermakna sama ini sungguh menjadi raja ditengah malam yang kelam ini.
Dalam harap yang hampir mendekati hampa.
Dalam rasa yang bergelung di tengah luka.
Sakit sekali bukan?
Tuhan ... jika ini adalah sebentuk ujian dari-Mu, maka tanamkanlah beribu tiang yang kokoh dalam hati para insan yang kini berkubang dalam rasa yang sama. Takut!
***
Kenzie berlari bukan lagi bergegas, melainkan melesat bak roket.
Keringat bercucur deras di sekujur tubuhnya. Meskipun udara malam ini cukup dingin.
Koridor rumah sakit itu ditapakinya dengan berisik. Seandainya ada yang menegur, sudah dipastikan, si penegur yang akan mendapatkan cacian atau bahkan layangan keras kepalan tangannya.
Ruang rawat Nilam yang terletak di ketinggian lantai empat, membuat kekesalannya semakin meradang.
"Oh, SHIT!!!"
Laju lift itu terasa begitu lama baginya yang kini tak lagi bersahabat dengan kesabaran.
Hingga beberapa saat kemudian ia sampai. Tentu saja dengan nafas yang terengah.
Sejenak menetralkan nafasnya, Kenzie menghempaskan tubuhnya ke dinding.
"Ken...." Suara Briana lemah.
"Madam. Bagaimana Nilam?" Mulai menegakkan tubuhnya. Matanya mengedar ke sekeliling. Apa ini? Kenapa orang-orang ini menangis?
"Nilam masih kritis, Ken."
"Apa?! Lalu usaha apa yang dilakukan para dokter itu?" Wajah Kenzie berputar mencari. "Dan dimana Gavin?"
"Gavin pergi."
"Pergi kemana maksud Madam?"
"Dia mencari pendonor darah untuk Nilam. Karena operasi pengambilan peluru itu tidak bisa berjalan tanpa darah yang dibutuhkan Nilam," jelas Briana.
"Apa?! Apa rumah sakit ini tidak mampu menyediakan?!" Tensi Kenzie mulai naik ke ubun-ubun.
"Tidak ada stock darah dengan jenis rhesus yang sama seperti yang dimiliki Nilam, Ken."
"Memang apa nama golongan darahnya sampai Gavin harus mencari keluar?" Oktaf suara Kenzie semakin meninggi.
"Rhesus A negatif."
*****
Waktu kini menunjukkan pukul 05.10 pagi.
Disuasana yang masih temaram, Gavin keluar dengan langkah gontai dari dalam sebuah rumah sa…
Derita Si Kembang Desa
Rapuh sendirian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Zinnia Azalea
like 🤗🤗
2020-11-30
0
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
2020-11-30
0
Asni J Kasim
4 like kakak
2020-11-29
0