Tubuh ringkih kedua wanita bertolak belakang sifat itu sudah terikat di dua pohon berbeda dengan jarak sedikit berjauhan.
"Kau harus siap, Sayang, aku akan segera memulainya." Mencengkram kuat bagian bawah wajah Nilam hingga gadis itu terlihat meringis dan melengak. "Sejujurnya aku sangat menyayangkan, kenapa kau berontak. Padahal jika kau nikmati permainanku, kau akan selamat." Lalu melepasnya kasar.
Kemudian melangkah ke arah Mona. "Apa yang kau pikirkan? Kau tahu, dengan kau membantunya melarikan diri...." Mengarahkan tangannya pada Nilam. "Kau sudah membawa dirimu pada celaka," lanjutnya. "Ah, sekarang kau tidak akan bisa menikmati apapun lagi dariku. Termasuk permainan ranjangku yang memabukkan itu." Ditutup senyuman remeh dan mengejek.
"Tolong lepaskan Nilam, Dahlan. Kau boleh menyiksa atau bahkan membunuhku. Tapi aku mohon lepaskan gadis itu." Negosiasi yang cukup berani, terlontar dari mulut Mona.
"Apa?!" Cukup mengejutkan bagi Dahlan. "Kau bahkan rela mengorbankan nyawamu hanya untuk Nilam?! Haha...." Namun gelak tawa itu tak berlarut. Dalam sekejap air muka Dahlan berubah bak Slender Man, datar dan menakutkan. "Aku jadi curiga, ada hubungan apa kau dengan Nilam?"
"Aku tidak ada hubungan apapun dengannya!" tegas Mona.
"Benarkah?"
Mengalihkan pandang ke sembarang arah, Mona cukup terintimidasi. Dia tidak boleh tahu apapun. Sekalipun aku harus mati.
"Tapi aku tidak akan menghabisimu semudah itu. Nyawamu akan ku mainkan dulu sebagai hiburan menyenangkan dihari yang cerah ini." Psycho. Disusul kekehan kecilnya.
Terlihat Dahlan merogoh saku bagian bawah jasnya. "Kau ingat ini?" Tersenyum. Benda kecil itu di layangkan tepat didepan wajah Mona. "Tadi kau menancapkannya dipunggungku. Dan sekarang aku akan mengembalikannya padamu," ujarnya dengan seringai licik. "Tapi bukan pisau lipat ini yang akan ku kembalikan. Melainkan ...."
SREEETTTT ....
"Aaaaarrrrggghhh...!!!" Pekikkan keras Mona memekak membahana, manakala sentuhan ujung pisau itu tergores memanjang dipipi…
Derita Si Kembang Desa
Eksekusi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Kasihan Nilam dan Mona😭😭😭😭itu sangat sakit dan perih karena di sayat oleh pisau dari Dahlan,bikin geram aja tua Bangka ini😡😡😡
2021-11-21
0
Deska wu
iya ganti cover eyyy
2020-12-31
1
Nikma
Pangling dong, covernya ganti🤭
Nilam cobaannya banyak beut dah.. Gpp lah, biar jadi sosok yg kuat😅✌️
2020-12-30
1