Nesha terdiam di kamarnya seraya mengelus lembut perutnya yang masih rata. Perasaan bahagia bercampur sedih kini tengah ia rasakan. Rasa bahagia karena ia akan menjadi seorang ibu untuk pertama kalinya, namun sedih jika mengingat bahwa ia mengetahui fakta bahwa ayah dari anaknya tak pernah mencintainya. Jadi apakah Garvi benar-benar menginginkan anak ini ataukah ia hanya pura-pura seperti yang selama ini ia lakukan?
Badan Nesha masih lemas, ia memutuskan akan pergi ke puskesmas besok pagi saja. Lagi pula puskesmas pun sudah tutup sore hari.
Drrttt. Ponsel Nesha bergetar. Perlahan ia bangkit dari tempat tidurnya dan meraih ponsel yang ia letakkan diatas lemari plastiknya.
[Nanti kita pergi ke rumah sakit bersama. Tetap makan dan minum dengan teratur, ya?]
Nesha termenung menatap ponsel yang ada di tangannya. Pesan Garvi ia buka dengan perasaan nanar. Pasalnya ia tak tahu apakah itu tulus dari perasaan Garvi atau tidak. Ia meletakkan kembali ponsel tersebut dan kembali berbaring.
Nesha menatap langit-langit kamarnya yang usang. Menerawang jauh ke dalam pikirannya yang kalut.
"Kenapa kamu hadir disaat yang tidak tepat, nak?" Monolog Nesha. Bulir bening pun sudah lolos dari mata sayu Nesha. Tak lama kemudian ia terlelap begitu saja.
***
Garvi seharian ini pontang-panting membereskan pekerjaannya agar bisa pulang lebih awal. Ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Nesha dan pergi ke rumah sakit bersama. Saat ia fokus dengan dokumen yang ada di depannya, terdengar pintu kantornya dibuka. Ia bergeming dan tetap melanjutkan pekerjaannya karena ia pikir orang yang masuk ke dalam ruangannya adalah Azka.
"Sibuk banget, Kak?" Suara perempuan yang sangat ia hafal.
Tangan Garvi berhenti seketika. Ia mengangkat kepalanya. Dan benar saja, Galenna sudah berdiri di depan mejanya dengan senyum manjanya.
Garvi menghela nafas dalam-dalam. Ia menatap tajam kearah Galenna yang semakin mendekat padanya.
"Jangan sentuh aku, bukan muhrim", ketus Garvi.
"Kamu sejak kemarin gitu terus.…
Identitas Suami Miskin
Sebuah kapal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
febby fadila
garvin selesai kan dulu kamu dengan galenna baru mulai kehidupan baru lagi dengan istrimu jangan bhong lagi putusin hubungan kamu dengan galenna
2026-06-25
1
Elizabeth Yanolivia
Nesha awalnya terlalu berharap lebih, sekarang Garvi berniat tulus ya harus dihargai dong. Dibicarakan baik-baik secara dewasa, jangan main teka-teki
2025-11-19
0
Yuliati Soemarlina
garvi ..tdk semua dpt dibeli dg uang..kli wanita sdh kecewa..begitulah seperti nesha
2026-06-23
0