Keesokan harinya, Garvi dan Nesha pergi ke rumah sakit ternama untuk memeriksakan kandungan.
"Kenapa kita nggak pergi ke rumah sakit tempat Nisha melahirkan? Katanya rumah sakit itu terbaik, Mas?"
Garvi tersenyum tipis.
"Masih ada yang lebih baik dari rumah sakit itu. Lagipula rumah sakit itu milik Papa Galenna. Aku nggak mau kamu berurusan dengan dia". Setelah mendengar nama Galenna, Nesha pun langsung terdiam.
Keduanya pun hening. Nesha menatap ke luar jendela, sedangkan Garvi fokus pada jalanan yang padat.
Jam 10.00 pagi, matahari tampak sudah meninggi dan cuaca menjadi terik. Terlihat banyak sekali pengendara motor yang sejenak singgah di warung untuk membeli es.
Glek.
Nesha menelan ludahnya ketika melihat seorang bapak-bapak yang meneguk es kelapa muda di pinggir jalan. Tiba-tiba rasa haus menghampiri kerongkongannya. Bahkan air liurnya hampir menetes membayangkan betapa segarnya es kelapa muda itu ketika melewati tenggorokan.
"Mas kalau di depan ada yang jual es kelapa muda, kita berhenti, ya?" Pinta Nesha.
Garvi tak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia yakin kalau istrinya pasti sedang ngidam.
"Iya. Tapi kayaknya kita bisa beli waktu pulang. Karena sebentar lagi kita lewat fly over panjang. Nggak ada yang jualan lagi."
"Iya udah, deh. Nggak apa-apa, Mas". Terdengar nada kecewa dari Nesha. Ia pun memalingkan wajahnya lagi menatap ke luar jendela.
Memang benar Nesha berkata tidak apa, tapi Garvi melihat Nesha tampak cemberut dan tiba-tiba lesu.
Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah rumah sakit besar. Garvi mencari parkir yang tidak jauh dari pintu masuk basement dan memarkirkan mobilnya.
Garvi melepaskan sabuk pengaman Nesha. Lalu membelai halus perut Nesha.
"Nanti Papa belikan es kelapa muda kalau pulang, ya. Jangan ngambek, oke? Kita periksa dulu." Lalu Garvi mencium perut Nesha.
Nesha memutar bola matanya, ia tahu kalau Garvi sedang menyindirnya. Tapi ia tak benar-benar marah. Justru dalam hatinya merasa tergelitik mendengar ucapan Garvi.
Mereka pun berjalan…
Identitas Suami Miskin
Fania dehidrasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments
febby fadila
syukur alhamdllah nisha kamu udah benar² sadar sekarang dan juga fandi semoga jdi keluarga kecil yg bahagia
2026-06-25
0
Yunita Asep
thor.. si terlena kmna kok gk di ceritain.. jatohnya dia pelakor bukan thor...
2026-05-08
0
Ning Suswati
sukur kalau nishanya sadar, gimana rasanya, baru segitu sdh nangis2 darah, gimana selama ber thn2 kalian berdua dg ibu sdh menyiksa dan menghina nesha
2026-03-19
2