Bab 7

Kemunculan Hyun yang begitu tiba-tiba membuat suasana ruangan Pak Teguh mendadak hening seketika.

Sesaat sebelum Hyun menerobos masuk ke dalam ruangan Pak Teguh, Hyun yang berjalan santai sambil mencari ruangan yang ia tuju, malah mendapati beberapa karyawan tengah berdiri berkerumun di depan pintu sebuah ruangan yang sedikit terbuka. Hyun yang penasaran, bergegas mendekati kerumunan itu.

Berdiri di samping dua orang karyawati yang tengah berbisik-bisik, Hyun sengaja berdehem pelan, membuat beberapa karyawan yang berkerumun tersebut merasa tidak enak hati dan bergegas membubarkan diri. Bukannya langsung masuk ke dalam ruangan yang juga kebetulan merupakan ruangan yang ia tuju, Hyun malah tetap berdiri, mencoba mencuri dengar percakapan dari dalam ruangan yang juga membuatnya penasaran.

Hyun yang awalnya hanya iseng menguping, justru malah merasa gemas sendiri saat mendengar suara seorang pria yang terkesan menyombongkan diri dengan membawa jabatannya untuk mengancam seorang wanita. Maka tanpa berniat menunggu lebih lama lagi, Hyun mendorong pintu kemudian menerobos masuk tanpa mengetuknya lebih dulu.

"Siapa yang ingin memecat siapa?" tanya Hyun dingin, sorot matanya tajam menatap ke arah pria bertubuh gempal yang ia kenali bernama Teguh Wibowo. Sebelum rapat dewan direksi dimulai, Vino Mahardika sempat memperkenalkan Hyun dan Agam pada beberapa karyawan yang memiliki jabatan cukup tinggi di perusahaannya.

Pak Teguh sontak terdiam, terkejut melihat Hyun yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruangannya, sementara di balik pintu yang terbuka sebagian, beberapa karyawan mulai kembali berkerumun untuk sekedar mencuri dengar sekaligus mengintip. Mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi di dalam ruangan yang terkenal sebagai ruang eksekusi. Karena saking banyaknya pegawai yang terkena pemecatan setelah keluar dari ruangan tersebut.

"Tu-tuan Hyun... Selamat siang. A-ada yang bisa saya bantu?" ucap Pak Teguh terbata, berusaha menyembunyikan kegugupannya. Ia melangkah…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

MARDONI

MARDONI

Nyesek banget dengar Agam ketawa pelan tapi isinya hancur. Rasanya kayak orang yang sadar hidupnya diambil alih, cintanya diputuskan orang lain, tapi tetap disuruh ikhlas. Nama Mayra tuh muncul sebentar tapi efeknya panjang, langsung bikin dada berat.

Pas Agam minta waktu dan milih pergi, emosinya kerasa banget. Bukan marah yang meledak-ledak, tapi kecewa yang ditahan sampai nyeri. Terus di akhir dia nabrak troli dalam kondisi emosi… rasanya kayak pertanda kalau luka ini belum mau diem, dan aku kebawa tegang banget bacanya.

2026-01-22

0

Miu.Nuha

Miu.Nuha

aaahhh apa ini bakal jadi cinta segitiga antara hyun dan agam 🤔 ,, secara Hyun begitu detail menelisik ini gadis...

2025-09-17

0

Miu.Nuha

Miu.Nuha

sabar agam sabarrr... tambah makin menjadi2 kalo Vio berani melawan 😁😁

2025-09-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!