Bab 29

Perlahan Viona mengetuk pintu ruang kerja Agam. Ujung jarinya sempat tertahan di udara sebelum akhirnya menyentuh permukaan kayu, seolah ragu, sementara di dadanya, detak jantung berdenyut tak beraturan.

Ia sudah terlambat lebih dari satu jam mengantarkan pesanan Agam. Bukan karena sengaja berlama-lama, melainkan karena tugas lain yang menuntut perhatiannya.

Pintu besar itu terbuka dari dalam. Seorang wanita melangkah keluar.

"Mbak Yuni," sapa Viona lirih.

Ia mengangkat baki di tangannya sedikit lebih tinggi. "Saya mengantar pesanan Tuan Agam."

Yuni, wanita yang merupakan salah satu sekretaris Agam tampak mengangguk kecil, lalu mendorong pintu lebih lebar, memberi ruang bagi Viona untuk masuk.

Agam berdiri di balik meja kerjanya ketika Viona melangkah masuk. Punggungnya tegak, satu tangannya bertumpu di tepi meja sementara jari-jarinya mengetuk permukaan kayu. Aroma nasi goreng yang Viona bawa terasa menguar di udara, namun tidak sedikitpun melunakkan ekspresinya.

Matanya menelusur Viona dari ujung kepala hingga kaki, singkat, tajam, lalu kembali tertuju pada jam dinding di belakang gadis itu. Jarum jam yang bergerak pelan seolah menjadi bukti yang tak terbantahkan.

"Lebih dari satu jam. Kau sengaja ingin membuatku kelaparan?" ucap Agam. Nada bicaranya datar, tapi sarat tekanan.

Ia bersandar sedikit ke meja, menatap Viona lekat-lekat. "Sepertinya, kau masih tidak mengerti tugas wajibmu."

Viona menunduk lebih dalam daripada sebelumnya. Jari-jarinya tanpa sadar mencengkram erat tepi baki.

Dengan gerakan hati-hati, ia melangkah mendekat ke meja Agam. Piring nasi goreng ia letakkan perlahan, begitu pula dengan cangkir kopi dan gelas air mineral.

Bulu matanya bergetar saat ia menarik tangannya kembali. Bahunya sedikit turun. Tatapannya menghindari wajah Agam, memilih berlama-lama pada permukaan meja yang mengkilap.

"Maaf, Tuan," suaranya keluar nyaris seperti bisikan. "Tadi, saya..."

"Pergilah. Bawa kembali makanan ini," ucapnya datar. Nadanya sedikit meninggi. "Aku suda…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Filan

Filan

rusak sudah imajinasiku ttg Agam.

2026-01-23

0

Miu.Nuha

Miu.Nuha

Ya ampun, tugas mu Vi
udh ditolak malah tetep disuruh buat ngerayu si bos,, emang perlu ditumpahin itu nasi goreng ke kepala Agam /Sweat/

2026-01-17

0

Three Flowers

Three Flowers

kukira Agam itu wajahnya lebih tegas, ternyata termasuk kategori cowok cantik. Okelah yang penting cakep, Thor😍

2026-05-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!