Bab 23

lebih dari tiga puluh menit berlalu, panel angka di pintu berkedip singkat setiap kali jari Viona menekan tombol, lalu kembali gelap. Tak ada bunyi klik, pintu tetap bergeming, tertutup rapat.

Viona menghela napas dan menyandarkan punggung ke daun pintu. Jemarinya menggantung di udara, ragu untuk mencoba lagi.

"Kalau begini terus, aku bisa terlambat memasak. Tuan Agam pasti akan mengomel lagi," gumamnya pelan.

Viona menurunkan tubuh, berjongkok di depan pintu yang dingin. Ia meraup wajahnya, kali ini bukan lelah karena pekerjaan tapi lelah karena otaknya terus bekerja mencari angka yang sesuai, namun semuanya seakan sia-sia.

Getaran di saku celana membuyarkan lamunan. Viona tersentak, buru-buru meraih ponsel di dalam tas kecilnya, lalu mengangkat panggilan itu. Begitu suara lembut dari sebrang menyapa, bahunya yang tegang perlahan mengendur. Tanpa disadari, lengkung tipis terbit di sudut bibirnya.

***

Agam menuruni tangga dari lantai atas dengan langkah santai. Rambutnya masih sedikit berantakan, ia baru saja bangun. Setelah merasa berhasil memberi pelajaran pada Viona, Agam memang sempat membuka beberapa email sebelum akhirnya terlelap di lantai dua.

Di depan meja makan, langkahnya terhenti. Mata Agam melebar. Lima jenis lauk makan malam tertata rapi di atas meja, masih tampak hangat.

Ia mendekat perlahan. "Bagaimana bisa...?" gumamnya.

Tatapannya menyusuri setiap piring, mencoba mencari jawaban. Sekilas, ia terpikir kemungkinan makanan itu dikirim dari rumah utama. Namun kerutan di dahinya kembali muncul. Passcode pintu sudah ia ganti. Seharusnya, tak seorang pun karyawan rumah utama bisa masuk.

"Makan malam anda sudah siap. Tuan ingin makan sekarang?"

Suara tidak asing itu muncul bersamaan dengan langkah Viona yang keluar dari kamar. Gadis itu berjalan sambil menguncir rambut panjangnya.

Mata Agam melebar saat menatapnya. "Kamu... bagaimana bisa?"

Mengulum senyum, Viona melangkah ke meja makan, meraih botol air mineral, lalu menuangkannya ke dalam gelas dengan g…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Dewi Payang

Dewi Payang

Terpaksa.nuonya bunda ikut camour. Gam, Elo hobinha bikin rumit🙈

2026-01-03

0

Miu.Nuha

Miu.Nuha

nggak tauuuu lanjut aja teehhh /Scream//Scream//Scream/

2025-12-30

1

Three Flowers

Three Flowers

belum selesai memberitahukan viona tentang bagaimana kelakuan si Agam, tau2 Hyun sudah kena batunya saja🤣🤣

2026-05-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!