Shera yang tengah duduk bersandar pada sandaran ranjang, menghela dalam napas sebelum menyematkan senyum yang ia paksakan saat melihat pria yang baru saja berbagi peluh dengannya keluar dari dalam kamar mandi. "Kamu... mau langsung kembali ke Kantor?" tanya Shera, kedua maniknya terus mengikuti pergerakan Agam yang baru selesai membersihkan diri dan sudah kembali berpakaian rapih.
"Ya!" jawab Agam singkat, tanpa menoleh sedikit pun pada wanita yang sudah rela terbang jauh melintasi beberapa negara hanya untuk memberinya kepuasan sesaat.
Melihat Agam berada tidak jauh dari posisinya, Shera buru-buru menarik selimut yang menutupi tubuh polosnya agar ikut bergerak saat ia bergeser untuk duduk di tepi ranjang. "Malam nanti, kamu akan kembali ke sini, kan?". Maniknya menatap wajah Agam penuh harap. "Aku masih di sini sampai besok siang," ucap Shera, berharap pria tampan itu kembali ke Hotel tempatnya menginap untuk melewati malam bersama dan kembali berbagi peluh.
Agam menoleh, menatap datar wajah cantik wanita yang baru saja memberinya kepuasaan. Ia masih tidak habis pikir, wanita secantik dan seanggun Shera yang memiliki banyak kesibukan sengaja meluangkan waktu berharga hanya untuk datang menemuinya, meskipun Agam sudah berulang kali mengingatkan tentang status hubungan mereka yang hanya sebatas rekan bisnis.
"Aku tidak akan kembali ke sini," jawab Agam tegas. Memalingkan kembali wajah, kemudian meraih ponsel dan kunci mobil miliknya dari atas nakas.
Selesai dengan benda berharga miliknya, Agam yang hendak melangkah, terpaksa mengurungkan niat, saat Shera lebih dulu meraih satu lengannya untuk mencegah Agam pergi. "Agam, aku... aku masih akan tetap menunggumu malam ini," ucap Shera sedikit memaksa. Ia masih ingin menikmati kebersamaan dengan pria yang sudah membuatnya tergila-gila.
Melirik sekilas pada lengan yang masih dicengkram erat Shera, Agam menarik napas dalam sebelum menatap kemudian menghempas kasar tangan Shera dari lengannya menggunakan satu tangan lainnya.…
CASANOVA ARROGANT
Bab 11
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
MARDONI
🥺💔 bagian Viona ini bikin hati langsung sesak tapi juga kagum. Cara dia beresin barang-barangnya dengan tenang, mutusin pindah tanpa banyak keluhan, itu kelihatan banget dia udah capek tapi nggak mau nyerah. Interaksi sama Rani tuh hangat banget, rasa peduli yang tulus kerasa dari tiap pertanyaan Rani. Pas Rani nawarin pinjemin uang, aku ikut terharu 😭 tapi jawaban Viona yang tetap berdiri di kakinya sendiri itu bikin dada ngilu sekaligus bangga.
Dan waktu Viona bilang dia akan baik-baik saja… duh 😢 kalimat sederhana tapi berat banget bebannya. Aku bisa ngerasain tekadnya buat ngumpulin uang, buat nyelametin ibunya, walau harus kerja lebih keras lagi. Tawa kecil Viona yang nutupin kekhawatiran itu justru bikin perih. Dia kuat, tapi kesendiriannya terasa. Aku bener-bener berharap dunia nanti sedikit lebih adil sama Viona
2026-01-28
0
ini antara shera yg bodoh apa gimana ya? cewek kayak shera ini bisa dapetin yg lebih dari agam kalo dia mau. yg diliat shera dari agam apa ya? apa shera ini tipe yg ga sama kayak cewek2 era sekarang yg menilai dari fisik dan harta? eh tapi koq hyun mau bersenang2 dgn shera? koq bisa?
2026-01-07
0
Three Flowers
Pantesan Agam belum mikirin nikah, krn tanpa nikah pun kebutuhan biologisnya sudah terpenuhi. Mereka udah kayak suami istri tapi tanpa ikatan.
2026-01-28
0