Pendaran cahaya dari layar pemantau logistik menciptakan bayangan geometris yang tajam di wajah Charlotte. Di dalam ruang kendali pusat Sektor 1, kesunyian hanya dipecah oleh suara klik dari katup pendingin nitrogen yang bekerja menjaga stabilitas server. Aroma ozon bercampur dengan bau debu industri yang kering meresap ke dalam ruangan, menciptakan atmosfer yang menyesakkan bagi siapa pun yang tidak terbiasa dengan tekanan kerja di pusat saraf militer ini. Strategi konflik yang telah ia susun pada tahap sebelumnya telah membuahkan hasil: kedua belah pihak kini terjebak dalam pertempuran atrisi yang lambat namun menghabiskan sumber daya dalam jumlah masif.
Charlotte menyentuh layar hologram, memanggil data persediaan material mentah yang masuk ke pabrik perakitan Aegis. Matanya menyipit saat melihat grafik pasokan mineral kuarsa biru dan plasma cair yang mulai menipis di pasar terbuka.
"Sistem, tampilkan jalur logistik alternatif untuk material Inti-X," perintah Charlotte dengan nada dingin.
[MENGIDENTIFIKASI JALUR SUPLAI. STATUS: KRITIS.]
[SUMBER DAYA LANGKA TERDETEKSI DI SEKTOR LUAR 09 DAN WILAYAH SENGKETA.]
[ESTIMASI KETERLAMBATAN PRODUKSI JIKA PASOKAN TIDAK DIAMANKAN: 72 JAM.]
Charlotte mengetukkan jemari mekaniknya ke meja baja. Keterlambatan produksi adalah skenario yang tidak bisa ia toleransi. Dengan permintaan zirah dan ramuan yang melonjak drastis akibat perang yang ia seimbangkan secara sengaja, setiap detik henti produksi berarti hilangnya ribuan poin administrator dan melemahnya cengkeraman monopolinya. Ia harus mengamankan seluruh mata rantai pasokan sebelum pihak lain menyadari betapa pentingnya mineral tersebut.
Pintu geser ruangan terbuka, memunculkan sosok Mayor Silas yang tampak semakin tertekan. "Tuan Charlotte, para penambang di wilayah sengketa menolak mengirimkan muatan mereka. Mereka bilang harga yang kita tawarkan terlalu rendah dibandingkan risiko serangan dari faksi Shadow-Revenant yang kini juga memiliki peralatan canggih."
Charlot…
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan
BAB 40: SISTEM SUPPLY CHAIN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments