Udara di dalam laboratorium bawah tanah sektor nol terasa lima derajat lebih dingin daripada permukaan. Charlotte berdiri di balik dinding kaca antipeluru, menatap barisan tabung silinder yang memancarkan cahaya biru neon yang berdenyut tidak teratur. Bau cairan kimia penstabil dan aroma logam teroksidasi memenuhi indra penciumannya, namun pria itu bahkan tidak berkedip. Baginya, laboratorium ini bukan tempat penelitian medis, melainkan sebuah pabrik pengolahan sumber daya yang selama ini terbuang percuma.
"Lapor, Tuan. Tingkat sinkronisasi pada subjek nomor 042 mulai menurun. Integritas kesadarannya retak akibat trauma kematian yang terlalu hebat," suara Silas terdengar melalui interkom, gemetar dan penuh keraguan.
Charlotte menyesuaikan letak kacamata teknisnya, jemarinya bergerak lincah di atas konsol hologram yang melayang di depannya. "Jangan biarkan emosi pahlawan itu merusak stabilitas mesinnya, Silas. Jika dia tidak bisa tenang, paksa kesadarannya untuk tunduk. Aku tidak membayar mahal untuk mendengar alasan tentang trauma."
"Tapi Tuan, proses ekstraksi ini ... ini terasa seperti kita sedang mencabik-cabik sisa kemanusiaan mereka secara paksa," Silas memprotes pelan, suaranya hampir hilang di balik desis uap nitrogen.
Charlotte menoleh perlahan, matanya menatap Silas dengan tatapan yang lebih dingin dari cairan kriogenik di dalam tabung. "Kemanusiaan tidak akan menyelamatkan kita dari The Great Calamity. Bahan bakar adalah bahan bakar, Silas. Apakah itu minyak bumi, listrik, atau jiwa pahlawan yang sudah tidak bernyawa, nilainya ditentukan oleh kegunaannya bagi perusahaan. Lanjutkan prosesnya."
[SISTEM: MEMULAI EKSTRAKSI INTI KESADARAN SUBJEK 042.]
[STATUS: TEKANAN PSIKIS MENINGKAT. KEMUNGKINAN KEGAGALAN SISTEM: 12 PERSEN.]
[PERINGATAN: DATA EMOSIONAL TERDETEKSI. REKOMENDASI: PENGHAPUSAN MEMORI JANGKA PENDEK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BAHAN BAKAR.]
"Lakukan penghapusan memori," perintah Charlotte tanpa ragu. "Aku tidak butuh android yang menangis ka…
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan
BAB 54: JIWA SEBAGAI BAHAN BAKAR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments